Skip to main content

9 Masalah si Perfeksionis

Motong rumput aja harus sama panjangnya!


Emang ngeselin banget deh kalau kita satu tim, atau berteman dengan orang yang perfeksionis. Selalu ada aja hal yang menurut dia kurang dan selalu menuntut kekurangan itu diperbaiki sampai segalanya sempurna. Eh, tapi ternyata orang perfeksionis sendiri merasa nggak nyaman dengan sifatnya itu. Masa iya? Coba baca tulisan berikut ini.

1.       Ribet

Karena pingin segalanya sempurna sesuai keinginannya, si perfeksionis akan berupaya apapun sampai keinginannya tercapai. Misalnya, rak buku yang tersusun sesuai abjad, baju di lemari yang rapi sesuai warna, foto di dinding yang harus sesuai urutan tahun, dan lain-lain. Makanya si perfeksionis bakalan riweuh sendiri kalau lagi beberes rumah. Barangkali dia juga bakal protes kalau ijuk sapunya nggak rapi!

1.       Mudah stres
Karena mau segalanya sempurna, si perfeksionis bakal uring-uringan kalau ada yang berjalan nggak sesuai keinginannya. Misalnya angkot yang ngetem cari penumpang bakal bikin dia telat masuk kuliah, atau gambar bioskop yang dia anggap nggak semulus film waktu pertama kali tayang karena udah beberapa kali diputar. Bahkan orang perfeksionis juga bakal protes sama Uda nasi Padang kalau dia nggak rapi ngebungkusin jualannya!

“Tolong yang rendang dikaretin merah, sama yang gule otak dikaretin kuning, Uda! Karetnya yang lurus masangnya!”
“Iya mas....” kata si Uda pasrah

2.       Obsesi yang nggak ada habisnya
Karena apa-apa maunya sempurna, si perfeksionis bakal terobsesi pada satu hal, meskipun hal tersebut terhitung sepele. Contohnya aja si perfeksionis lagi sibuk bikin slide presentasi, tapi dua jam dia abisin cuma buat ngutak-atik font dan warna background presentasi! Alhasil si perfeksionis bakal lembur semalaman cuman buat nyelesaiin slide presentasinya yang cuma 5 halaman aja!

Nggak ada kompromi


3.       Sulit banget berkompromi
Repotnya kalau tim kerja kamu di kampus atau di kantor harus melibatkan si perfeksionis ini. Dia bakal sering ngajak debat kusir deh, hanya untuk memenangkan pendapat pribadinya. Celakanya juga kalau dia berperan sebagai ketua tim, dia bakal sulit menerima masukan dari anak buahnya!

4.       Merasa nggak dipahami
Lantaran obsesinya yang nggak abis-abis, si perfeksionis akan merasa orang lain keberatan menerima idenya. Padahal bukan karena idenya nggak bagus, cuman standarnya aja yang beda dengan orang lain. Kalau udah gini si perfeksionis bakalan sedih sendiri dan kejebak sama egonya. Mau ngalah rasanya gengsi kalau kemauannya dikalahin, mau ngotot nanti teman-teman yang lain bakal ngambek. Rumit ya?

5.       Merasa dijauhi teman
Teman-teman si perfeksionis pun akhirnya menyerah ngadepin kelakuan dia yang banyak maunya dan harus dituruti. Daripada berantem, satu-persatu teman-temannya memilih mundur dari bagian hidup si perfeksionis. Akhirnya dia merasa kesepian. Disitu kadang saya merasa sedih!

6.       Kerjaan nggak abis-abis, akhirnya capek sendiri
Akibat keinginan yang harus terus menerus terpenuhi, kerjaan si perfeksionis akhirnya nggak selesai-selesai. Gimana enggak, kalau tiap hari font di laporan pekerjaan diributin, diganti lagi, ngubah tata letak dan isinya lagi. Alhasil, kerjaan bakal lewat dari tenggang waktu yang ditargetkan. Gimana-gimana si perfeksionis harus belajar kompromi sama keadaan. Kalau nggak, kasihan anak, istri, dan cucu yang capek nungguin di rumah lantaran papa lembur setiap hari gegara kerjaan yang nggak pernah selesai.

7.       Otoriter
Susah kompromi adalah masalah utama si perfeksionis dalam kehidupannya. Pigura miring sedikit, bete. Kaca jendela ada noda sedikit, ngambek. Kalau udah dalam kerja tim dan si perfeksionis yang jadi leadernya, dia bakal ngamuk kalau ada anggotanya yang nggak sependapat atau mengajukan keberatan atas cara-cara yang dia gunakan. Kalau kamu sebagai anggota timnya merasa nggak betah dengan kelakuan ketua tim mu yang otoriter, ada baiknya kamu.... mentraktir dia pijat di spa! Orang yang otoriter tingkat stresnya lebih tinggi daripada mereka yang lebih mudah berkompromi. Jadi, coba aja kamu dan teman-temanmu patungan untuk membayar sesi pijat di spa yang eksklusif agar si perfeksiones ini merasa lebih rileks dan bisa lebih lunak dalam memimpin tim!

8.       (Disinyalir Bakal) Kelamaan jomblo
Kayaknya ini bagian yang paling nggak enak dari si perfeksionis. Akibat menginginkan pasangan dan hubungan yang sempurna, si perfeksionis bakalan susah untuk menemukan pendamping hidup, karena sejatinya emang nggak ada orang yang sempurna di dunia ini. Nggak semua cewek sempurna kayak si Marni yang kembang kampung itu, atau nggak semua cowok itu keren kayak Tarno yang bintang futsal RT sebelah itu. Semuanya adalah soal kompromi!

Allohuakbar!

Meski orang perfeksionis suka nyebelin, tetapi kita harus tetep menghargai dia lho. Karena nggak jarang ide-ide mereka sebenernya brilian, makanya butuh kerja keras ekstra dalam mewujudkannya. Jadi, nggak ada salahnya kita banyak berbagi ide dengan si perfeksionis ini. Itung-itung belajar saling memahami. 

Comments

Popular posts from this blog

10 Hal Serunya Jadi Cewek Tomboy

Hai readers, tahukah kamu kalau nggak semua cewek itu sama? Yup, cewek selalu identik dengan dandanan yang feminim, unyu dan imut, sikap yang malu-malu, kemayu, centil dan sebagainya. Apalagi trend girlband lagi nge-hits banget sekarang ini dengan gaya cewek-ceweknya yang unyu dan manis, sudah pasti orang-orang, terutama kaum cowok, akan menilai cewek dengan standar tersebut. Tetapi buat kamu cewek-cewek yang nggak punya style unyu dan manis a la cewek-cewek girlband, nggak usah keburu sedih dulu girls. Jadi cewek tomboy juga nggak ada ruginya kok, malah banyak keuntungannya. Coba deh simak tulisan di bawah ini.
1.Lebih bebas Banyak cowok bilang, cewek itu ribet banget. Butuh banyak waktu buat dandan, matching in warna baju dengan make-up, mesti jaga penampilan dan kebersihan, dan sebagainya. Hal-hal kecil yang nggak jadi soal buat cowok merupakan persoalan besar buat cewek. Tapi itu nggak jadi masalah buat cewek tomboy, karena umumnya cewek tomboy nggak terlalu peduli bahkan cuek abi…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…