Skip to main content

Dapatkan Rambut Sehat dan Indah dengan Keramas Tanpa Sampo. Kok bisa?

Via grandparents.com


Gerakan ini dinamakan no poo alias no shampoo, yang menganjurkan orang-orang untuk mencuci rambut dan kepala mereka tanpa menggunakan sampo dan hanya memakai air bersih saja. Hasilnya setelah diterapkan selama beberapa bulan adalah: rambut lebih sehat, tumbuh lebih lebat dan lebih lembut. Kok bisa? Apa nggak lepek dan bau?

Ternyata paparan bahan kimia sintetis dari sampo justru menyebabkan kerusakan pada rambut, seperti rontok dan mudah patah. Bahan kimia sintetis akan menghambat produksi sebum di kulit kepala yang menyebabkan kulit kepala menjadi kering. Selain itu bahan kimia seperti sodium lauryl sulfate bisa mengakibatkan iritasi bagi mereka yang berkulit sensitif.

Banyak orang skeptis terhadap gerakan ini karena sudah biasa dengan produk kimia sintetis
Mandi keramas dengan sampo sudah menjadi “ritual” dan kilit pun menjadi kecanduan dengan hadirnya bahan kimia sintetis tersebut. Padahal jaman dahulu, sampo sintetis belum ada dan orang biasa mencuci rambut hanya dengan air dan bahan alami dari tumbuhan. Kita tentu pernah mendengar dari kakek dan nenek kita yang dulunya keramas dengan merang atau batang padi yang dibakar. Orang Jepang jaman dulu juga biasa mencuci rambutnya dengan bubuk rumput laut. Dan sampo sintetis sendiri baru diproduksi sekitar tahun 1930-an untuk pemakaian massal. Jadi jelas siapa yang datang belakangan kan?

Via livinginanotherlanguage.com


Siklus yang nggak bisa membuat kita berhenti memakai sampo
Ketika kita menggunakan sampo, kulit kepala menjadi kering karena bahan sintetis sampo menghilangkan minyak alami yang dihasilkan kulit kepala. Akibatnya, kulit kepala akan memproduksi minyak tambahan yang membuat rambut terasa lengket dan lepek sebagai reaksi tadi. Karena merasa tidak nyaman atas rambut lengket ini, kita mencuci rambut dengan sampo, lagi dan lagi, begitu seterusnya. Makanya mata rantai ini sulit diputus begitu saja.
Namun jika kamu tertarik mencoba gerakan no poo ini, kamu mesti bersabar selama beberapa bulan. Karena masa awal setelah kamu berhenti memakai sampo, yang terjadi adalah rambut bakalan lepek. Ini reaksi wajar dari kulit kepala yang menghasilkan minyak alami untuk melembabkan daerah kulit kepala. Kemudian, akan ada semacam reaksi detoks di mana kulit kepala akan mengeluarkan toksin-toksin yang ditimbulkan paparan bahan kimia sintetis dari sampo yang selama ini kamu gunakan. Namun tetaplah konsisten karena keadaan ini akan berlangsung sebentar saja. Setelah beberapa minggu, kulit kepala akan normal kembali dan rambut akan lebih lembut.
Banyak hairstylist dan dermatologist yang mengikuti gerakan ini, atau setidaknya menerapkan less shampoo dan terheran-heran dengan hasilnya bagi rambut mereka sendiri. Seorang penulis Amerika, Sarah Theboom, telah berhenti menggunakan sampo selama 6 tahun dan hasilnya sangat fantastis. Ia berkata kini dapat menghemat pengeluaran karena tak perlu lagi melakukan perawatan macam-macam bagi rambutnya.

Selain berhemat, kamu juga berperan dalam mengurangi kerusakan lingkungan dengan gerakan no shampoo
Sampo mengandung diterjen yang dalam jumlah banyak dapat mencemari lingkungan. Memang sih, air bilasan keramasmu akan mengalir turun ke saluran drainase. Namun air dari saluran buangan ini akan bergabung dengan air-air lainnya yang juga dari saluran buangan dan berkumpul jadi air limbah yang sangat banyak. Cukup banyak untuk mencemari laut. Sebagai gantinya, kamu bisa memakai baking soda atau cuka apel untuk keramas. Tapi memakai air saja juga sudah cukup untuk membersihkan rambutmu.


Nah jadi, nggak ada salahnya kamu ikutan gerakan ini. Share pengalamanmu sesudahnya di kolom komentar.

Comments

Popular posts from this blog

Yuk Pakai Batik Rame-rame. Ini Nih Alasannya!

Batik memang busana istimewa bagi orang Indonesia. Barangkali nggak teramat istimewa buat kamu karena sudah terbiasa, apalagi batik sekarang udah menjadi dresscode tersendiri baik di tempat kerja, pesta, bahkan acara kasual sekalipun. Tapi kalau kamu memakai busana batik di luar negeri, wow! Sensasinya terasa beda. Selain punya corak khas lokal yang unik, batik juga menjadi identitas bagimu sebagai orang Indonesia di dunia luar sana. Soalnya emang nggak ada yang nyamain sih. Berapa koleksi yang kamu miliki di lemari bajumu? Sepotong atau dua potong? Wah, kalau cuma segitu aja, kamu harus menambah koleksi baju batikmu nih. Soalnya banyak alasan kenapa kamu harus bangga dan demen mengenakan batik di manapun. Ini dia ulasan singkatnya.
1.Batik udah menjangkau semua kalangan masyarakat dan bukan lagi sebagai produk yang eksklusif. Dulu, pemakai kain batik benar-benar kalangan terbatas aja. Yoi, itu adalah ketika batik masih diproduksi secara tradisional, alias masih menggunakan canting. M…

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?