Skip to main content

Dosa Finansial di Masa Muda Ini Wajib Kamu Hindari Kalau Nggak Mau Menyesal di Masa Depan

Via marketwatch.com

Nggak ada istilah terlalu dini dalam mengatur dan merencanakan keuangan. Bukan ngajarin matrek nih, tetapi untuk mendorongmu supaya sadar bahwa memiliki keuangan yang sehat adalah senjata dalam meraih kesuksesanmu di masa depan. Barangkali kamu masih ada di bangku kuliah saat ini, masih nyaman dengan uang kiriman papa dan mama. Atau kamu masih baru aja menikmati indahnya awal masa karir, sehingga gaji pertama begitu menggoda untuk dihambur-hamburkan sepuasnya.
Usia 20an adalah masa di mana kamu berdiri di awal perjalanan. Perjalanan hidupmu masih panjang. Sayang banget kan kalau masa-masa awal yang kritis ini nggak kamu manfaatin untuk membangun masa depanmu? Ngomongin finansial di usia 20an nggak perlu seheboh diskusi para financial planner dan bikin rencana investasi ini dan itu. Kamu hanya perlu melakukan hal-hal sederhana untuk melatih kesadaran finansialmu supaya nggak kejebak “dosa” yang akan kamu sesali di masa mendatang. Simak yuk.

1.       Terlalu ngiler sama barang-barang yang lagi ngehits saat ini
Teman-temanmu lagi sibuk dengan hobi fotografi mereka sehingga berjuta-juta rupiah mereka habiskan untuk membeli kamera, lensa, rol film serta aksesoris lainnya. Beberapa yang lain memburu gadget terbaru yang keluar di pasaran. Kamu lantas kepengen. Nggak salah sih, namanya aja anak muda. Kalau nggak ikutan punya, nanti kamu minder nggak bisa bergaul sama mereka.
Sebaiknya tenangkan dirimu dulu. Barang-barang yang lagi ngehits itu butuh duit yang nggak sedikit. Kalau kamu mau beli, mau bayar pakai apa? Apa kamu masih minta mama dan papa? Atau gaji kamu masih di bawah standar UMR? Jika pendapatanmu nggak seberapa maka tahanlah keinginanmu. Singkirkan keinginan membeli barang karena gengsi atau nafsu sesaat. Prioritaskan membeli barang yang memang kamu butuhkan, serta buatlah rencana keuangan tentang itu. Jangan sampai deh nafsu belanjamu bikin kamu bangkrut atau terbelit hutang.

2.       Kebanyakan nongkrong, gaul, dan haha hihi bareng temen-temen yang sampai ngeluarin banyak duit.
Pertemanan itu harusnya nggak perlu sampai mengorbankan apa-apa. Kalau kamu sampai perlu mengeluarkan bbiaya besar demi pertemanan dan pergaulan, itu tandanya kamu terjebak dalam tuntutan yang nggak sehat. Sesekali nongkrong nggak masalah. Tetapi kalau sampai menjadi rutinitas, wah sayangi dompetmu. Gaya hidup juga ada batasnya. Ada cara lain untuk menikmati pertemanan sejati tanpa perlu menghabiskan uang.

Via Pinterest.com


3.       Menikah di kala kondisi keuangan dan karir belum tertata
Nikah itu bawa rejekinya sendiri, kata orang tua. Hmmm, pemikiran itu datang dari generasi old-age yang mana dulu harga tanah dan properti nggak kayak sekarang, juga inflasi jaman dulu nggak gila-gilaan kayak sekarang. Realistis saja lah. Cinta nggak bisa dipakai untuk nyicil KPR, dan kamu nggak bisa selamanya tinggal di Pondok Mertua Indah. Berkeluarga itu butuh effort yang nggak sedikit lho, apalagi kalau sudah ada anak. Kamu yang belum mapan berkarir bakal kelimpungan jika fokusmu harus terbagi dengan kehadiran anak. Daripada tergesa-gesa, lebih baik kamu menata hidupmu sebaik-baiknya sebelum memulai komitmen serius seperti menikah. Semua indah pada waktunya, percayalah.

4.       Kuliah asal-asalan adalah awal dari madesu.
Kuliah itu mahal, bro. Biarpun kamu berhasil menggaet beasiswa untuk menutupi biaya kuliahmu, tetep aja ada upaya lainnya yang harus kamu tempuh untuk bisa menjalani pendidikan tinggi. Merantau dan tinggal di kos-kosan misalnya, meski terdengar lumrah toh ini pengorbanan juga. Makanya, jangan sampai kamu asal-asalan dalam berkuliah. Belajarlah dengan serius, sadari ini adalah tapak awalmu menuju masa depan. Temukan jalur karir yang tepat untukmu, dan kuliahlah di jurusan yang sesuai dengan passionmu. Dengan begitu kamu bisa terhindar dari rasa ogah-ogahan dalam menjalaninya.

5.       Masih muda udah banyak utang, gimana nanti tuanya?
Utang untuk keperluan produksi seperti menjadikannya sebagai modal berbisnis tentu boleh-boleh saja. Tetapi kalau utang untuk konsumsi, dan konsumsinya itu yang termasuk jenis nge-hedon? Wah, kamu perlu mendetoks kesehatan finansialmu deh. Nggak ada yang bisa dibenarkan dalam berutang kecuali kalau situasi lagi kepepet. Daripada kamu terjebak utang yang bakal membelit lehermu, mending kamu cermat dalam bergaya hidup. Sadari gaya hidup apa yang bisa kamu jalani sesuai dengan isi kantongmu. Nggak ada gunanya memaksakan diri hanya dengan alasan ingin ikut-ikutan gaul. Lebih baik hidup sewajarnya demi kemapanan di masa tua.

6.       Kartu kredit itu kartu utang ya, bukan kartu ajaib yang membuatmu bebas berbelanja ke mana aja.
Tau film Confession of Shoppaholic nggak? Kisah tentang gimana Rebecca Bloomwood yang kelabakan dikejar-kejar debt collector yang menagih utangnya yang mencapai ribuan dollar itu.
Belanja-belanji yang bayarnya tinggal gesek pakai kartu kredit itu emang memuaskan. Tapi tunggu saat tagihannya datang kemudian. Sebelum memanjakan diri dengan kemudahan belanja menggunakan kartu kredit, kamu harus menyadari kondisi uangmu. Kalau gajimu masih belum seberapa ya jangan apply bermacam-macam kartu kredit. Karena bukannya memudahkan malah menjeratmu dengan utang yang nggak sanggup kamu bayar nantinya, seperti yang dialami Rebecca di film itu.
Via Sheknows.com


7.       Membeli mobilmu sendiri
Di usia 20an, kamu nggak butuh mobil. Kecuali jika kamu sudah berbisnis sejak usia sangat muda dan kamu membutuhkan mobil untuk keperluan usahamu, nggak jadi soal. Tapi kalau sekedar untuk gegayaan, sebaiknya lupakan ide itu. Daripada memaksakan membeli mobil yang mahal harganya, uang yang kamu miliki bisa kamu tabung atau kamu putar untuk berinvestasi. Lebih menguntungkan bukan?

8.       Terlena dengan keadaan dan melupakan masa depan
Kamu boleh jadi merasa nyaman dengan keadaanmu saat ini. Pekerjaan oke, tinggal di tempat yang enak, keluarga mapan. Tetapi siapa yang menjamin segalanya berjalan sama untuk seterusnya? Perusahaan kerja tempatmu mengalami kebangkrutan, orang tua mendadak sakit, dan sesuatu terjadi pada anak-anakmu, semuanya terjadi hampir bersamaan. Apa yang akan kamu lakukan? Memiliki perencanaan keuangan yang baik serta gaya hidup keuangan yang sehat akan mempermudahmu jika kamu mengalami situasi saat sulit seperti ini. Bukan menyuruhmu untuk menjadi paranoid, tetapi berjaga-jagalah untuk keadaan terburuk. Maka jangan mudah terlena dengan apa yang kamu punyai sekarang.
Via click.send.com


9.       Nggak berasuransi
Membeli produk asuransi nggak perlu menunggu keadaanmu mapan. Jika kamu sudah memiliki penghasilan yang pasti dan keadaan keuanganmu baik, segeralah memulai berasuransi. Pilihlah produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhanmu saat ini untuk proteksi. Jika kamu kebingungan mintalah saran dari mereka yang ahli.

10.   Mengorbankan keluarga dan pertemanan karena uang
Ini yang paling buruk terjadi jika kamu nggak punya relasi sehat dengan uang. Keharmonisan hubungan keluarga dan persahabatan bisa rusak karena masalah uang. Kamu boleh saja pinjam uang jika kondisimu sedang mepet. Namun yakinkan dirimu untuk bisa membayarnya secepat mungkin kamu bisa. Jangan sampai mengorbankan hubungan dengan orang-orang yang kita sayangi karena hal semacam ini.


Itulah 10 hal dosa finansial yang akan menghambat laju kemapanan di masa depanmu. Sebelum terlambat, usahakanlah untuk memperbaikinya.

Comments

Popular posts from this blog

Yuk Pakai Batik Rame-rame. Ini Nih Alasannya!

Batik memang busana istimewa bagi orang Indonesia. Barangkali nggak teramat istimewa buat kamu karena sudah terbiasa, apalagi batik sekarang udah menjadi dresscode tersendiri baik di tempat kerja, pesta, bahkan acara kasual sekalipun. Tapi kalau kamu memakai busana batik di luar negeri, wow! Sensasinya terasa beda. Selain punya corak khas lokal yang unik, batik juga menjadi identitas bagimu sebagai orang Indonesia di dunia luar sana. Soalnya emang nggak ada yang nyamain sih. Berapa koleksi yang kamu miliki di lemari bajumu? Sepotong atau dua potong? Wah, kalau cuma segitu aja, kamu harus menambah koleksi baju batikmu nih. Soalnya banyak alasan kenapa kamu harus bangga dan demen mengenakan batik di manapun. Ini dia ulasan singkatnya.
1.Batik udah menjangkau semua kalangan masyarakat dan bukan lagi sebagai produk yang eksklusif. Dulu, pemakai kain batik benar-benar kalangan terbatas aja. Yoi, itu adalah ketika batik masih diproduksi secara tradisional, alias masih menggunakan canting. M…

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?