Skip to main content

Mempengaruhi Atasan? Mengapa tidak? Simak 5 Hal Berikut Ini.

Via be.boosted.com

Dalam bekerja secara tim, atasan bukanlah dewa yang selalu benar. Meskipun seorang manajer bertanggung jawab penuh atas kinerja tim, tetapi ia dapat pula berbuat salah atau membutuhkan bantuan anggota timnya demi memenangkan suatu proyek atau pekerjaan. Jika kamu menemui situasi di mana kamu mesti mempengaruhi atasanmu demi kelancaran suatu proyek yang sedang dikerjakan oleh timmu, maka jangan ragu lagi. Kamu harus. Tetapi bagaimana caranya melakukan hal itu tanpa melupakan etika? Simak artikel berikut:

1.       Bersikap dan berpikir terbuka
Biasakanlah untuk berdialog dengan siapa saja, terutama pada anggota tim kamu. Dari dialog tersebut kamu akan menemukan ruang untuk berbagi dan juga tanggapan dari orang lain mengenai idemu atau ide atasan. Jangan pernah ragu untuk menerima saran dari atasan dan jangan takut pula untuk mengungkapkan ide-idemu. Keterbukaan sikap dan berpikir akan menumbuhkan ikatan yang baik di antara kalian.
2.       Menghormati pemikiran atasan dan bisa berkompromi dengan hal itu
Setiap  orang memiliki pemikirannya masing-masing, termasuk atasanmu. Hormatilah keputusannya dan alasan dibalik keputusan itu. Sekali lagi, bukalah dialog, dan nyatakan bahwa kamu menerima pandangannya dan sampaikan apa yang menjadi pandanganmu. Meskipun nantinya kalian berbeda pendapat, atasanmu nggak akan terlalu mempersoalkan hal itu, karena kamu lebih dulu menghormatinya. Justru dengan sikapmu yang luwes ini akan membuat relasi kalian lebih kuat baik secara pemikiran dan maupun emosional.
3.       Bersikap baik dan tulus
Barang siapa menanam benih, dialah yang akan menuai. Jika kamu bersikap baik terhadap kolega dan atasan, maka mereka pun akan baik terhadapmu. Bersikaplah secara tulus. Give more expect less. Dengan demikian kamu nggak akan mudah frustasi dan mengungkit-ungkit mengapa orang lain bersikap tidak seperti yang kamu inginkan padahal kamu telah berbuat banyak kebaikan. Hal ini akan menciptakan vibrasi positif dari dirimu kepada lingkungan sekitarmu.
via money.howstuffworks.com

4.       Merancang solusi bersama-sama, jangan tergantung pada atasan untuk memberimu segala pemecahan atau jawaban
Ketergantungan terhadap atasan akan menumbuhkan sikap menyalahkannya atas kegagalan dalam tim kalian. Jika atasan membutuhkan bantuan kamu dan tim, maka berilah tanpa banyak ragu. Beri atasan ide-ide demi kemajuan bersama. Kekompakanmu bersama atasan akan menginspirasi anggota tim lainnya untuk maju bersama-sama.
5.       Percaya diri, kreatif dan proaktif
Atasan tidak selamanya benar. Di saat dia berbuat kesalahan, kamu mesti maju memberikan peran. Jangan ikuti status-quo. Beranilah maju dengan ide-ide baru dan segar. Tunjukkan bahwa peranmu adalah memberi yang terbaik untuk kemajuan tim dan motivasilah atasan serta anggota tim lainnya.

Hal terpenting di atas semuanya adalah, lupakan ego pribadi. Ego pribadi hanya akan membuatmu merasa paling benar dan menekan atasan. Sikap menekan ini akan berujung kepada konflik. Dengan menyadari bahwa dirimu adalah bagian dari nyawa tim, maka bekerja sama dan saling membantu adalah jalan terbaik.


Comments

Popular posts from this blog

Yuk Pakai Batik Rame-rame. Ini Nih Alasannya!

Batik memang busana istimewa bagi orang Indonesia. Barangkali nggak teramat istimewa buat kamu karena sudah terbiasa, apalagi batik sekarang udah menjadi dresscode tersendiri baik di tempat kerja, pesta, bahkan acara kasual sekalipun. Tapi kalau kamu memakai busana batik di luar negeri, wow! Sensasinya terasa beda. Selain punya corak khas lokal yang unik, batik juga menjadi identitas bagimu sebagai orang Indonesia di dunia luar sana. Soalnya emang nggak ada yang nyamain sih. Berapa koleksi yang kamu miliki di lemari bajumu? Sepotong atau dua potong? Wah, kalau cuma segitu aja, kamu harus menambah koleksi baju batikmu nih. Soalnya banyak alasan kenapa kamu harus bangga dan demen mengenakan batik di manapun. Ini dia ulasan singkatnya.
1.Batik udah menjangkau semua kalangan masyarakat dan bukan lagi sebagai produk yang eksklusif. Dulu, pemakai kain batik benar-benar kalangan terbatas aja. Yoi, itu adalah ketika batik masih diproduksi secara tradisional, alias masih menggunakan canting. M…

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?