Skip to main content

Seni yang Sederhana dalam Berdansa-dansi dengan Kehidupan



Hari ini melelahkan bagimu. Pekerjaan menumpuk dengan deadline yang mencekik leher, jam kerja melebihi batas kemampuan manusia normal, jalan macet, mobil mogok, cicilan dan tagihan belum dibayar, dan sebagainya, dan sebagainya. Kehidupan selalu nggak mudah untuk dijalani ketika kita dewasa. Dan kamu pasti mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju, bahwa apa yang kamu jalani sekarang nggak segampang ketika kamu masih duduk di bangku kuliah dulu.
Ketika seseorang sudah dewasa, segalanya adalah target. Sebenarnya target udah ada sejak kita kecil dulu, hanya aja nggak terasa. Nilai rapor harus bagus, harus dapat ranking di kelas, masuk ke sekolah favorit, kuliah di perguruan tinggi bonafide dan jurusan paling ngetop, lulus cumlaude, diterima untuk bekerja di perusahaan papan atas, gaji minimal tujuh digit, sukses mencicil KPR, punya pacar keren, menikah di gedung sewaan terbaik, mobil mewah, anak sehat, pro ASI, dan lain-lain target yang nggak ada habisnya. Kehidupan ini menjadi nggak lebih dari panggung pencapaian. Dan kesempurnaan adalah satu-satunya hal yang kita inginkan. Setiap waktu, setiap detik kita habiskan untuk upaya habis-habisan demi mencapai kesempurnaan tadi. Dan apakah kita bahagia? Kamu bahagia?
Ya? Tidak?
Benarkah?

Berhenti sejenak. Tarik napas dalam.
Dari mana konsepsi tentang kesempurnaan itu? Bertanyalah kembali kepada dirimu mengapa kamu menginginkan segala hal terbaik selama ini. Benarkah hal itu yang kamu inginkan? Kawan, jangan biarkan dirimu terjebak dalam sindrom kesempurnaan. Apa yang menurutmu terbaik itu sebenarnya belum tentu benar-benar bagus untuk dimiliki. Jangan habiskan hidupmu untuk ekspetasi yang nggak ada habisnya tentang apa saja. Ekspetasi tanpa henti hanya akan membuatmu selalu merasa kekurangan.
Kenapa gue nggak bisa kuliah di jurusan favorit?
Kenapa gue mesti kerja di tempat yang nggak oke?
Gaji gue cekak alias lima belas koma, baru tanggal lima belas udah serasa kayak koma!
Pacar gue sama sekali nggak keren, giginya doi ngetril!
Betapa frustasinya hidupmu yang kamu habiskan dengan keluhan-keluhan semacam  ini. Sayang banget, padahal hidup ini cuma sekali bukan?

Hidup ini memang nggak sempurna, terima aja. Tetapi bukan berarti kamu nggak bisa bahagia.
Kenyataannya, bukanlah kesempurnaan yang menjamin kebahagiaan kita. Nothing last forever. Hidup ini fana, kawan. Ibarat kita ngeliat gunung dari jauh, terlihat biru dan indah, namun ketika kita mendekat kita akan mendapat visualisasi yang berbeda. Kesempurnaan nggak lebih dari produk mental pikiran kita. Dan apa yang kita pikir itu bagus, bisa jadi sebenarnya nggak bagus. Ekspetasi bisa menipu. Kamu jadi obsesif dan cemas nggak berkesudahan. Lantas apa faedahnya?
Kata orang Jawa, hidup ini sawang sinawang, kelihatannya saja indah tetapi sebenarnya tidak. Kalau udah begitu lantas bagaimana kita bisa bahagia?
Begitulah kehidupan yang selalu memiliki tanjakan dan turunan, kadang landai dan kadang curam. Ancaman dan hambatan siap datang kapanpun, dan juga ombak yang bisa menghantam kapan saja. Untuk menghadapi hidup semacam ini, kamu nggak butuh apa-apa. Kamu cuma butuh dirimu yang mengerti cara menghadapinya.

Bersyukur adalah seni berkehidupan.
Berhentilah menilai hidup berlebihan. Atau bisa sebaliknya, stop berpikir pesimis. Hadapi dan terima hidup ini apa adanya. Cara berpikirmulah yang harus berubah. Jadilah realistis. Jangan larut dalam kesedihan dan ketidakpuasan. Nikmatilah apa yang ada dan berdamai dengan segalanya. Berpikirlah, meskipun kamu tidak tinggal di rumah yang mewah, kamu masih memiliki tempat untuk berteduh dari panas dan dinginnya cuaca. Kamu mungkin nggak punya mobil yang bagus, tetapi kamu bisa pergi ke mana saja dengan menaiki sepeda motor kesayanganmu. Biar jelek milik sendiri, beli bukan dari uang hasil korupsi. Syukurilah segala hal yang kamu miliki. Keluarga yang sederhana dan hangat, pekerjaan yang baik dan darinya kamu bisa memperoleh kehidupan. Kalau begitu, sebenarnya kamu nggak pernah kekuarangan apapun bukan?
Bersyukur memberimu energi untuk hari ini dan seterusnya. Dengan bersyukur kamu bisa berdamai dengan kenyataan. Dan kamu akan dengan mudah mencari cara untuk berstrategi dengan segala kekuranganmu. Pendapatan rendah? Bagaimana dengan banyak menabung, berinvestasi kecil-kecilan. Atau bagaimana menjangkau pengalaman kerja yang baik, hingga suatu saat kamu bisa mendaki tangga karir yang lebih oke dari sekarang. Strategi bisnis gagal? Bagaimana dengan inovasi yang kamu temukan dalam kegagalan tadi? Apakah kamu mempelajar sesuatu? Apakah kamu bisa menemukan revolusi  untuk strategi bisnis berikutnya?
Lihatlah bagaimana bersyukur akan membuatmu lebih luwes dalam berdansa dengan kehidupan. Bukankah berpikir damai jauh lebih baik daripada berpikir gelap akibat lelah berekspetasi.

Kehidupan ini punya keragamannya, dan setiap orang memiliki bentuk kehidupannya masing-masing.
Setiap orang punya ujiannya masing-masing. Setiap orang punya dansa yang berbeda dengan kehidupan mereka. Jadi nggak adanya iri hati dengan apa yang kamu anggap keberuntungan dari hidup orang lain. Jika kamu menemukan kelebihan dari seseorang, kamu hanya bisa terinspirasi, namun kamu nggak akan pernah bisa menyaingi dia. Bukan apa-apa, tetapi bukankah jika setiap orang memiliki kehidupan yang berbeda-beda, kelebihan dan kekurangan menjadi milik masing-masing? Jangan pernah membandingkan hidupmu dan apa yang miliki dengan kepunyaan orang lain. Itu adalah sebuah kesia-siaan, perbandingan tidak pernah menjadi relevan.
Bersyukur dengan kehidupan yang kamu punyai saat ini akan menjadikanmu lebih kuat dan lebih kreatif dalam menjalani apa yang ada, sedangkan membandingkan diri dengan orang lain akan membuat dirimu nggak pernah selesai mencari jati diri. Ikutilah naluri diri yang kamu rasakan, kamu memiliki segalanya dan hanya rasa syukur yang membuat kamu menyadarinya.


Begitulah seni sederhana dalam berdansa dengan kehidupan. Sudah siapkah kamu membuka mata dan hidup seutuhnya?

Comments

Popular posts from this blog

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…

Yuk Pakai Batik Rame-rame. Ini Nih Alasannya!

Batik memang busana istimewa bagi orang Indonesia. Barangkali nggak teramat istimewa buat kamu karena sudah terbiasa, apalagi batik sekarang udah menjadi dresscode tersendiri baik di tempat kerja, pesta, bahkan acara kasual sekalipun. Tapi kalau kamu memakai busana batik di luar negeri, wow! Sensasinya terasa beda. Selain punya corak khas lokal yang unik, batik juga menjadi identitas bagimu sebagai orang Indonesia di dunia luar sana. Soalnya emang nggak ada yang nyamain sih. Berapa koleksi yang kamu miliki di lemari bajumu? Sepotong atau dua potong? Wah, kalau cuma segitu aja, kamu harus menambah koleksi baju batikmu nih. Soalnya banyak alasan kenapa kamu harus bangga dan demen mengenakan batik di manapun. Ini dia ulasan singkatnya.
1.Batik udah menjangkau semua kalangan masyarakat dan bukan lagi sebagai produk yang eksklusif. Dulu, pemakai kain batik benar-benar kalangan terbatas aja. Yoi, itu adalah ketika batik masih diproduksi secara tradisional, alias masih menggunakan canting. M…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?