Skip to main content

Suka Bergosip? Hati-hati...

Via thenextweb.com


Aktifitas ini emang menyenangkan untuk menghilangkan kepenatan selepas kerja yang melelahkan. Melalui kegiatan rumpi ini pula kita berkesempatan untuk mengenal dunia di sekeliling kita termasuk kehidupan pribadi orang-orang yang ada di dalamnya. Dari situ kita bisa mengenal norma sosial apa yang dianut oleh lingkungan kita, juga pelajaran hidup melalui cerita kehidupan orang lain yang beredar di sekitar kita. Setidaknya itulah yang dilansir oleh Scientific American yang menyebutkan bahwa gosip juga memiliki manfaat tertentu. Tetapi kamu mesti jaga lidah dan mulut kamu ketika membicarakan rumor orang lain. Karena bergosip, jika nggak dibatasi malah bisa menjadi bumerang bagi dirimu sendiri. Berikut adalah hal-hal yang bakal kamu pertaruhkan jika kamu doyan bergosip.


1.       Reputasi kamu
Asyik ngomongin orang suka bikin nggak kerasa ketika kamu mulai menambahkan bumbu-bumbu penyedap cerita agar terdengar menarik di telinga orang lain. Kalau kamu udah memasuki tahap kegemaran ini, maka hati-hatilah. Kamu bakal dikenal sebagai tukang fitnah. 
Via nomvo.com


Terdengar kejam memang. Tetapi kalau bumbu-bumbu cerita yang kamu tambahkan tadi semakin menjauhkan hal dari kebenaran, orang bakal nggak lagi percaya sama kamu. Mereka akan menjauhimu karena yakin bahwa omongan kamu nggak bisa dipegang. Dan hati-hati pula karena kebiasaan ini bakal merusak kepercayaan rekan-rekan profesionalmu. Kamu nggak mau kan karir kamu kandas karena kebiasaan yang awalnya sepele tetapi membesar karena terus dipupuk ini?

2.       Kamu bisa dituntut akibat pencemaran nama baik.
Ngomongin kebiasaan jelek teman sekantor sih kedengaran sepele aja. Tetapi kalau yang digosipin ternyata orang penting dan bisa berujung pada fitnah atau black campaign, kamu mesti hati-hati. Jika ada pihak yang nggak terima sama kelakuanmu, dia bisa menuntut kamu atas dasar pencemaran nama baik. Udah berapa kasus terjadi karena hal ini kan? Kalau ini sampai terjadi pada kehidupanmu, kamu bakal repot sendiri karena harus membuat pernyataan perminta-maafan di depan publik, sewa pengacara dan sebagainya. Kamu pasti malu abis nantinya, dan lagi-lagi reputasimu bakal jatuh. Makanya, sebelum menyebar kebohongan berbumbu, meski sedap dibahas, pikirkan dahulu apakaha itu penting untuk didengar orang.

3.       Mengorbankan pertemanan dan hubungan keluarga.
Nggak ada orang yang suka diomongin di belakang, apalagi kalau omongan tadi sudah ditambah-tambahi dengan kebohongan. Berbicara buruk tentang orang lain akan menyakitkan hati orang tersebut. Teman-temanmu akan menyadari bahwa kalau kamu bisa ngomongin keburukan orang lain, maka kamu juga bisa membicarakan keburukan mereka di belakang punggung. Mereka akan menjauhimu, atau mau saja berteman denganmu tetapi nggak tulus. Bahkan bisa aja mereka membalas sakit hatinya dengan membuat gosip tandingan di belakangmu. Wah bisa jadi perang gosip nih. Kelakuan kalian akan jadi tontonan konyol bagi orang-orang di sekitar kalian. Apa nggak malu?

via CNN.com

4.       Makin tenggelam, makin susah bagimu untuk berubah
Bad habit is hard to kill.
Makin lama kamu terjebak pada kebiasaan jelek ini, makin sulit bagimu untuk insyaf. Makanya, jika sekarang kamu sudah merasakan tanda-tanda hobi ngomongin orang, sebaiknya kamu mengerem kebiasaan ini. Sebelum semuanya berurat akar.

5.       Opini negatif yang berhamburan akan menciptakan atmosfir negatif di lingkunganmu.
Bergosip itu ibarat menyebar bulu angsa ke udara. Sekali tersebar bakalan susah ditarik kembali. Dan rumor yang berhamburan hanya akan menciptakan suasana nggak enak dilingkunganmu. Orang akan mudah curiga, marah dan sebel nggak jelas, sama keadaan atau seseorang padahal beritanya belum tentu benar. Kalau ini terjadi, kamu bakal menanggung dosa sosial yang enggak kecil. Atmosfir negatif juga akan mengganggu produktivitas di kantor. Percayalah, sama sekali nggak ada faedahnya.

6.       Kamu rugi tenaga dan rugi waktu, padahal nggak produktif juga.
Kalau kamu jago dan kreatif dalam membumbui cerita menjadi gosip yang sedap, kenapa nggak disalurkan saja bakatmu itu kepada hal lain yang lebih bermanfaat? Berimproviasi dalam bentuk tulisan artikel atau novel misalnya. Atau ide bisnis yang menarik. Kalau punya bakat itu disalurkan ke hal-hal yang membangun dong, jangan malah jadi dosa.
Great minds discuss ideas, average mind discuss events, small minds discuss people.
Kalau kamu cuma bisa ngomongin orang, maka ini bukti bahwa otakmu nggak lebih gede dari otak serangga. Kreatiflah dalam hal yang bermanfaat, niscaya kamu akan dikenang menjadi pemikir yang membangun daripada sekedar tukang gosip belaka.

Gossip ends on the wise man’s ears. Kurangilah bergosip jika kamu punya banyak pekerjaan penting untuk dilakukan, cita-cita untuk diwujudkan, dan ingin menjalin hubungan yang langgeng dan tulus dengan orang-orang yang kamu sayangi.

Comments

Popular posts from this blog

10 Hal Serunya Jadi Cewek Tomboy

Hai readers, tahukah kamu kalau nggak semua cewek itu sama? Yup, cewek selalu identik dengan dandanan yang feminim, unyu dan imut, sikap yang malu-malu, kemayu, centil dan sebagainya. Apalagi trend girlband lagi nge-hits banget sekarang ini dengan gaya cewek-ceweknya yang unyu dan manis, sudah pasti orang-orang, terutama kaum cowok, akan menilai cewek dengan standar tersebut. Tetapi buat kamu cewek-cewek yang nggak punya style unyu dan manis a la cewek-cewek girlband, nggak usah keburu sedih dulu girls. Jadi cewek tomboy juga nggak ada ruginya kok, malah banyak keuntungannya. Coba deh simak tulisan di bawah ini.
1.Lebih bebas Banyak cowok bilang, cewek itu ribet banget. Butuh banyak waktu buat dandan, matching in warna baju dengan make-up, mesti jaga penampilan dan kebersihan, dan sebagainya. Hal-hal kecil yang nggak jadi soal buat cowok merupakan persoalan besar buat cewek. Tapi itu nggak jadi masalah buat cewek tomboy, karena umumnya cewek tomboy nggak terlalu peduli bahkan cuek abi…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…