Skip to main content

Tinggal dan Bekerja di Lingkungan yang Rawan Stres? Redakan Fluktuasi Hati dengan 6 Cara Berikut.

via chiropratic.on.ca

Stres memang menguras energi. Meskipun kamu menyadari bahwa nggak semua hal perlu dibawa ke dalam hati, tetapi ada aja hal atau orang yang bisa merusak mood-mu dalam sehari-hari. Kakak atau adik yang cerewet, tetangga yang doyan gosip, dosen galak, atasan yang otoriter, kolega yang usil, klien nggak tahu diri, deadline pekerjaan yang menumpuk, atau bahkan kredit usaha macet? Ampun minah!!

Bukan nggak mungkin kamu jadi orang yang gampang marah atau labil gara-gara kegilaan yang ada di sekitarmu.Hmm, daripada ikut-ikutan jadi orang yang nyebelin akibat ketidakmampuanmu dalam mengelola stres, kamu perlu berlatih meredakan tekanan agar fluktuasi hati nggak membuatmu terjerumus pada masalah yang lebih gawat lagi. Simak tips berikut ini.1.       Bernapas perlahan dan dalam lalu pejamkan mata. Kamu memang nggak punya kendali utuh terhadap lingkungan, tetapi kamu punya kendali mutlak terhadap dirimu sendiri.
Kamu terjebak di gilanya kemacetan ibu kota, sedangkan 10 menit lagi kamu harus ujian semester di kampus? Rasanya panik, sesak dan pingin jambak-jambak rambut sambil mengumpat ke supir angkot. Sabar dulu juragan, ambil napas dan hembuskan perlahan sampai emosimu tercerna dengan baik. Karena daripada kamu berserapah yang bikin orang-orang satu angkot mendelik kepadamu, bukankah lebih baik kamu menenangkan diri? Salah satu sikap yang harus kamu ambil di sini adalah, membiarkan emosi mengalir dan pergi secara natural, bukan menekannya karena justru akan membuatmu panik nggak karuan.Emosi bukanlah sesuatu yang harus dilawan atau ditekan. Menurut Reza Gunawan, pakar self-healing yang banyak memberikan pelatihan-pelatihan dalam menyelaraskan pikiran, jiwa dan tubuh, emosi merupakan bagian dari diri kita, sehingga bagaimanapun keadaannya, gejolak emosi adalah sesuatu yang harus diterima. Menekan emosi negatif seperti kemarahan atau kesedihan seperti menanam bom waktu yang mungkin hanya bagus dalam jangka sesaat, namun bisa meledak suatu saat nanti. Jadi langkah terbaik adalah membuat emosi itu tercerna dengan baik secara perlahan-lahan hingga emosi itu mereda dengan sendirinya. 2.       Atasi ketegangan syaraf dengan meletakkan tangan di dahi dan pijatan ringan, lalu duduk dan bersandarlah.
Kamu bete berat abis bimbingan skripsi atau tugas akhir dan ternyata dosen pembimbingmu menolak hasil kerjamu. Padahal kamu udah lembur berhari-hari demi membuat progres tersebut. Rasanya pingin banting kursi aja. Wah, daripada bikin onar di kampus, coba redakan amarahmu perlahan. Letakkan telapak tangan di dahi dan bernapaslah perlahan selama 1 hingga 2 menit sambil pejamkan mata bila perlu. Setelah itu beri pijatan ringan pada daerah dahi, telinga, tengkuk, telapak tangan dan kaki. Sensasi air dengan membasuh beberapa bagian tubuh (misalnya berwudhu) akan meredakan panas pada titik-titik tubuh, sehingga hatimu akan terasa lebih sejuk.3.       Bermeditasi paling tidak 10 menit saja akan sanggup membuatmu berpikir lebih tenang dan terkendali.
Bermeditasi nggak harus di gua sambil bersila macam pertapa. Meditasi juga bukan bentuk dari okultisme sehingga kamu nggak perlu khawatir menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kamu cukup mencari tempat yang tenang kemudian duduk dalam posisi nyaman dan menegakkan badan, kemudian diam dan pejamkan mata. Lakukan meditasi ringan selama 10 menit untuk menenangkan pikiran yang sering nggak bisa diam.4.       Mengatur hidup sebaik-baiknya untuk mengantisipasi gejolak stres yang bisa datang sewaktu-waktu
Stres memang bukan urusan badaniah, meskipun begitu kondisi tubuh yang baik dan prima akan mampu mengantisipasi serangan akibat gejolak stres tadi. Apa yang kamu rasakan dan pikirkan akan perdampak langsung terhadap kondisi badanmu. Nggak sedikit kan orang yang jatuh sakit gara-gara stres. Maka daripada hidup jadi hancur-hancuran akibat stres yang melanda setiap hari, sebaiknya antisipasi dengan menjaga kesehatanmu. Banyak minum air putih, menjaga asupan buah dan sayuran segar, hindari cemilan ber-MSG, kurangi kopi dan rokok dan stop minuman bersoda maupun alkohol. Jangan pula melampiaskan emosi kepada makanan atau menghindarinya karena akan membuatmu jadi obesitas atau gangguan makan lainnya. Hidup ini terlalu berharga untuk dirusak akibat stres yang tidak dikelola.5.       Bebaskan pikiran negatif dengan berpikir bahwa keadaan yang terjadi bukan kesalahan siapapun termasuk dirimu sendiri.
Mencari kambing hitam dalam setiap persoalan bukan tindakan yang bijaksana. Termasuk menyalahkan diri sendiri. Jadi langkah terbaik ketika ada persoalan menghampiri adalah menyelesaikannya. Bertindaklah taktis dan jangan berlarut-larut dalam konflik. Tuntaskan masalah dan segera beralih pada tanggung jawab lain yang sudah menunggu.6.       Mendekatkan diri dengan Sang Pencipta dan berserah.
Apapun keyakinan yang kamu miliki, jangan pernah berjarak dengan Sang Pencipta. Karena memang hanya Dia tempat kita bisa mengadukan segala macam persoalan dan tempat untuk meminta pertolongan. Banyaklah berdoa. Bukan untuk mengurangi masalah, tetapi untuk menguatkan hati dan menenangkan akal agar kamu bisa menuntaskan masalah yang jadi bebanmu selama ini.

Comments

Popular posts from this blog

Yuk Pakai Batik Rame-rame. Ini Nih Alasannya!

Batik memang busana istimewa bagi orang Indonesia. Barangkali nggak teramat istimewa buat kamu karena sudah terbiasa, apalagi batik sekarang udah menjadi dresscode tersendiri baik di tempat kerja, pesta, bahkan acara kasual sekalipun. Tapi kalau kamu memakai busana batik di luar negeri, wow! Sensasinya terasa beda. Selain punya corak khas lokal yang unik, batik juga menjadi identitas bagimu sebagai orang Indonesia di dunia luar sana. Soalnya emang nggak ada yang nyamain sih. Berapa koleksi yang kamu miliki di lemari bajumu? Sepotong atau dua potong? Wah, kalau cuma segitu aja, kamu harus menambah koleksi baju batikmu nih. Soalnya banyak alasan kenapa kamu harus bangga dan demen mengenakan batik di manapun. Ini dia ulasan singkatnya.
1.Batik udah menjangkau semua kalangan masyarakat dan bukan lagi sebagai produk yang eksklusif. Dulu, pemakai kain batik benar-benar kalangan terbatas aja. Yoi, itu adalah ketika batik masih diproduksi secara tradisional, alias masih menggunakan canting. M…

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?