Skip to main content

Untuk Kamu yang Suka Menulis: 12 Jurus Jitu Supaya Kamu Jago dalam Mengarang Cerita yang Menarik


Hobi mengarang sangat menarik untuk dikembangkan, karena ternyata profesi mengarang menjanjikan untuk dijadikan sebagai karir utama. Coba aja lihat mereka-mereka yang sudah sukses dalam menempuh karir sebagai pengarang, seperti Dewi Lestari, Haqi Achmad, Raditya Dika, dan masih banyak lagi pengarang muda yang meniti karir dalam dunia ini.
Hmm..., ternyata menekuni dunia mengarang itu nggak gampang lho, karena harus benar-benar ditekuni. Banyak orang akhirnya batal mendalami dunia kepengarangan karena alasan nggak punya ide dan malas meluangkan waktu. Padahal sebenarnya mereka memiliki minat yang besar terhadap dunia ini. Atau mungkin, bisa jadi karena mereka belum tahu jurus-jurus dalam membuat cerita yang menarik?


Kalau kamu merasa dirimu adalah orang-orang yang dimaksud, coba simak artikel ini agar kamu dapat mengembangkan sejumlah cerita yang menarik.
1.       Berlatih mengembangkan imajinasi, ciptakan semesta.
Imajinasi adalah kunci dalam mengarang cerita, jadi mulai sekarang rajin-rajinlah berkhayal. Kamu takut diketawain karena membuat cerita yang mengada-ada? Hei, bukankah cerita penyihir Harry Potter yang menjadi legenda dalam 15 tahun terakhir ini juga datang dari imajinasi yang mengada-ada? Coba bayangkan bagaimana J. K. Rowling bisa mengarang plot cerita Harry Potter ketika sedang berada dalam perjalanan kereta subway? Atau J. R. R. Tolkien yang sanggup menciptakan semesta berupa kisah Frodo dan Bilbo Baggins dalam trilogi Lord of The Rings ketika sedang berada di parit pertempuran Perang Dunia II?

Semua itu karena kekuatan imajinasi.

Tidak ada batasan dalam imajinasi. Pikirkan cerita yang bisa kamu buat hanya dengan memikirkan seekor kelinci. Kamu bisa membuat cerita gadis kecil dengan peliharaannya, kisah remaja yang berbisnis sate kelinci, atau kisah dunia kelinci di tengah hutan. Ada banyak hal yang bisa kamu tulis hanya dengan membayangkan satu benda saja. Berkhayallah, sebelum berkhayal itu di larang!

2.       Banyak-banyaklah membaca, bacaan apa saja
Berimajinasi juga harus punya sumber energi. Kreativitas dalam berimajinasi bisa tumbuh dengan adanya inpot informasi yang melimpah ruah. Maka dari itu, kamu harus membaca sebanyak-banyaknya. Pelajari bagaimana pengarang membuat kisah menarik mereka. Temukan ide dan sumber informasi seputar cerita, dan pelajari alur atau plot yang dibuat pengarang tersebut. Jika kamu menemukan tokoh menarik dalam satu cerita, coba analisis mengapa tokoh itu sangat menarik sampai kamu ingin menjadikannya idola.
Membaca buku selain buku fiksi juga penting kamu lakukan. Misalnya, jika kamu ingin membuat kisah tentang dunia remaja, kamu perlu membaca buku psikologi remaja agar lebih mendalami dunianya. Buku non-fiksi akan menjadi sumber literaturmu dalam mengarang cerita, sehingga cerita yang kamu buat punya bobot dan digemari pembaca.

3.       Tontonlah film, film apa saja
Selain buku, film juga dapat menjadi sumber idemu. Kamu bisa mempelajari plot cerita yang menarik pada sebuah film, di mana kamu mesti menaruh titik klimaks dalam cerita atau menyisipkan misteri pada kisah yang kamu buat. Cerita yang digemari umumnya adalah yang mampu memberi kejutan, dan untuk menguasai teknik ini kamu perlu banyak-banyak menonton cerita dari film-film yang laku di pasaran.

4.       Dengarkan musik, musik apa saja
Steal like an artist.
Sumber ide ada di mana-mana, termasuk di dalam musik. Musik pada umumnya mengandung sebuah kisah di dalamnya. Banyak novel yang berawal dari inspirasi akan sebuah lagu.
Dengarkan sebuah lagu dan cobalah menggali makna lagu tersebut dengan interpretasimu sendiri. Renungkan mengapa lagu tersebut sangat sedih atau sangat indah. Resapi dan jadikan sebagai sumber inspirasi dalam menulis kisahmu.

5.       Tingkatkan keingintahuan, buat pertanyaan dan dapatkan ide dari jawaban.
Lakukanlah riset jika kamu telah menentukan tema ceritamu. Misalnya kamu ingin membuat cerita fantasi berdasarkan mitologi Jawa, maka kamu harus menggali informasi sebanyak mungkin tentang mitos-mitos yang ada di tanah Jawa. Atau kalau kamu ingin membuat cerita tentang kehidupan seorang chef, maka lakukan riset tentang chef. Buatlah daftar informasi yang kamu butuhkan seputar kehidupan chef. Kepribadiannya, kerja kerasnya, jadwalnya sehari-hari, keahlian yang harus dimiliki, restoran tempat ia bekerja, masakan yang pernah ia buat, dan sebagainya. Jika perlu, kamu bisa mewawancarai seorang chef beneran untuk mengetahui seluk beluk kehidupannya lebih dalam.
Seorang pengarang dapat melakukan riset selama bertahun-tahun untuk dapat menghasilkan cerita yang utuh. Bila perlu, seorang pengarang akan melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk memiliki pengalaman khusus tentang tema karangannya. Contohnya, Dewi “Dee” Lestari, pengarang serial Supernova, dengan sengaja menjalani terapi listrik di India untuk merasakan sensasinya ketika ia menulis bukunya Supernova: Petir yang mengisahkan gadis bernama Elektra yang memiliki bakat untuk mengeluarkan listrik dari dalam tubuhnya.
Mengalami adalah momen spesial di mana kamu dapat menemukan potongan untuk ceritamu. Namun jika kamu tidak berkesempatan untuk mengalami suatu hal secara langsung sesuai tema ceritamu, kamu cukup berimajinasi dari sumber informasi yang kamu temukan.

6.       Bergaul dengan siapa saja, kemudian lakukan profiling
Supaya tokoh ceritamu benar-benar nampak nyata, kamu perlu membuat biodata khusus mengenai tokohmu. Buatlah biodata melingkupi nama, tempat tinggal, latar belakang keluarga, profil tubuh, suku dan ras, agama, kepribadian, kampus, bidang karir, dan sebagainya. Hal ini bertujuan agar tokoh tersebut benar-benar hidup dalam ceritamu dengan tingkah laku yang wajar sesuai jalan cerita. Untuk dapat membuat tokoh seperti pada kenyataan, kamu perlu banyak bergaul dan menyelami berbagai jenis karakter yang ada di sekitarmu.

7.       Pergi ke banyak tempat yang nggak biasa kamu kunjungi
Cobalah pergi ke pelabuhan misalnya. Di sana kamu bisa melakukan pengamatan tentang orang-orang yang bekerja di pelabuhan. Berapa banyak kuli yang bekerja di tempat itu, jam berapa mereka harus mulai bekerja, berapa penghasilan mereka per bulan, dan sebagainya. Atau kamu juga dapat mengobrol dengan penjual makanan yang ada di sana mengenai orang-orang macam apa yang menjadi pelanggannya. Berbagai hal dapat kamu gali di suatu tempat, jadi jangan ragu untuk berkunjung ke lokasi-lokasi yang belum pernah kamu datangi.

8.       Rajin mencatat apa saja ide yang terlintas di benak
Bohong kalau kamu berkata bahwa kamu kekeringan ide. Dengan banyaknya sumber ide di sekitarmu, mestinya dengan mudah kamu memperoleh beberapa gagasan menarik yang dapat kamu kembangkan lebih jauh. Tetapi yang terjadi adalah, ketika ide tersebut muncul, kamu tidak segera mencatatnya, sehingga ide tersebut lenyap segera berganti dengan hal-hal lain yang mergantian muncul dalam kepalamu. Pikiran manusia selalu sibuk dan nggak pernah bisa diam, sehingga ide yang melayang-layang datang akan menghilang jika kamu tidak lekas-lekas mencatatnya.
Bawalah buku catatanmu ke mana saja kamu pergi, sehingga jika sewaktu-waktu ada gagasan muncul, kamu bisa segera mencatatnya. Kamu malas mencatat? Kamu dapat menggunakan alat perekam, sehingga kamu bisa merekam kapanpun ketika ide datang menghampiri.

9.       Buatlah kerangka, gunakan logika
Jika ide sudah terkumpul, tema telah ditentukan, tokoh dan setting cerita telah kamu rancang, maka selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah, membuat kerangka umumnya. Kerangka umum bertujuan untuk membuat ceritamu berjalan sistematis dan logis. Kerangka juga akan membantumu menentukan klimaks cerita atau menyisipkan kejutan-kejutan di bagian-bagian tertentu dalam cerita.

10.   Tentukan genre
Tips dari para pengarang umumnya adalah: tulislah cerita yang kamu sendiri ingin baca. Ini artinya, cerita yang kamu buat hendaknya sesuai dengan minatmu. Makanya, tentukan genre cerita yang kamu ingin tulis. Jika kamu penggemar cerita fantasi, maka buatlah cerita fantasi petualangan. Jika kamu penggemar cerita misteri, buatlah cerita misteri yang bakal membuat pembaca penasaran. Jangan memaksakan diri membuat cerita yang kamu nggak suka hanya karena cerita tersebut laris di pasaran. Kamu bakalan bosan di tengah jalan dan macet untuk menyelesaikannya.

11.   Diskusikan dengan kawan-kawanmu
Ikutlah klub atau kelas menulis, atau jika kamu punya modal lebih, kamu bisa mengikuti kursus menulis berbayar. Di sana kamu bakal menemukan kawan-kawan seperjuanganmu. Diskusikan karangan ceritamu dengan teman-teman dan mintalah pendapat mereka. Jika kamu telah membuat draft, maka berikan draft yang kamu buat untu dibaca oleh temanmu. Namun hati-hati jika kamu memberikan draft ke orang lain, jangan lupa untuk memintanya kembali. Karena kalau nggak, draft mu bakalan dibajak oleh orang lain.

12.   Lakukan, lakukan, dan lakukan. Menulislah setiap hari tidak peduli salah atau benar.
Menurut Ernest Hemmingway, setiap draft pertama adalah sampah. Jadi jangan kecil hati jika draft mu di awal-awal masih acak-acakan isinya. Buatlah jadwal menulis secara konsisten, dan tentukan berapa jam kamu menulis setiap harinya, sesuai waktu yang kamu miliki. Stephen King, pengarang cerita horor dan thriller nomor satu di dunia, meluangkan waktu sedikitnya 10 jam untuk menulis setiap hari. Nah, kalau yang sudah sekelas pro saja masih harus mendisiplinkan dirinya dengan waktu yang tidak sedikit per harinya, mengapa kamu yang masih pemula tidak mau melakukannya? Jika kamu belum memulainya sama sekali, maka lakukan sekarang juga. Mulailah ceritamu. Karena pengarang terburuk adalah pengarang sama sekali tidak pernah memulai ceritanya.
Make time and realize!


Nah, itulah tips  buat kamu yang bercita-cita menjadi pengarang. Nggak ada yang mustahil jika kita memang berniat mendalaminya. Selamat bercerita dan menghasilkan buku-buku yang laris manis di kalangan pembaca.

Comments

Popular posts from this blog

10 Hal Serunya Jadi Cewek Tomboy

Hai readers, tahukah kamu kalau nggak semua cewek itu sama? Yup, cewek selalu identik dengan dandanan yang feminim, unyu dan imut, sikap yang malu-malu, kemayu, centil dan sebagainya. Apalagi trend girlband lagi nge-hits banget sekarang ini dengan gaya cewek-ceweknya yang unyu dan manis, sudah pasti orang-orang, terutama kaum cowok, akan menilai cewek dengan standar tersebut. Tetapi buat kamu cewek-cewek yang nggak punya style unyu dan manis a la cewek-cewek girlband, nggak usah keburu sedih dulu girls. Jadi cewek tomboy juga nggak ada ruginya kok, malah banyak keuntungannya. Coba deh simak tulisan di bawah ini.
1.Lebih bebas Banyak cowok bilang, cewek itu ribet banget. Butuh banyak waktu buat dandan, matching in warna baju dengan make-up, mesti jaga penampilan dan kebersihan, dan sebagainya. Hal-hal kecil yang nggak jadi soal buat cowok merupakan persoalan besar buat cewek. Tapi itu nggak jadi masalah buat cewek tomboy, karena umumnya cewek tomboy nggak terlalu peduli bahkan cuek abi…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…