Skip to main content

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi


Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.

1.       Pecinan Semarang
Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk kemudian. Selain Klenteng Sam Poo Kong kamu juga dapat mengunjungi klenteng lainnya yang masing-masing punya ciri khasnya sendiri. Klenteng terbesar Klenteng Tek Hay Bio  yang juga di kenal sebagai Klenteng Samudera Indonesia.


Masyarakat di Pecinan Semarang ini masih menjunjung tinggi adat. Dan jika momen Tahun Baru Imlek datang, suasana berubah semarak dengan banyaknya ornamen seperti lampion di jalan-jalan, serta festival di mana kamu bisa menemukan makanan khas Cina yang menggiurkan. Berkunjung ke Semarang nggak akan lengkap jika kamu belum mampir ke lokasi ini.


2.       Glodok Jakarta Utara
Glodok adalah jantung pecinan di Jakarta. Glodok sendiri merupakan pusat perdagangan lama di Jakarta Utara di mana kamu bisa menemukan banyak pertokoan elektronik, buku bekas maupun pertokoan jenis lainnya di kawasan ini. Jika kamu pecinta kuliner, kamu harus mampir ke jl. Pancoran, jl. Asemka dan sekitarnya. Di lokasi ini kamu bisa mencicipi rujak Encim yang terkenal itu. Namun hati-hati bagi kamu yang muslim, karena banyak makanan yang tidak halal atau mengandung babi. Jadi sebaiknya jeli dan bertanya kepada penjual bahan makanan apa yang mereka gunakan pada masakan. Selain warung masakan Cina, kamu juga bisa menemukan penjual manisan, permen dan kue-kue tradisional lainnya. Nggak perlu khawatir karena koko-koko dan cici-cici di sini baik dan ramah.

Bangunan deret pertokoan khas Cina selatan (namun sudah banyak yang dimodifikasi menjadi bangunan modern) masih dapat kamu temukan di sini, demikian pula dengan ornamen khas lainnya. Di Jl. Petak Sembilan (koridor pecinan tertua di Jakarta), jl. Toko Tiga dan sekitarnya, kamu dapat menemukan toko yang menjual ornamen dan alat-alat sembahyang. Banyak romantika masa lalu yang masih menggeliat ditengah desakan pembangunan modern Jakarta.


Selain pusat perdagangan, kamu juga bisa mengunjungi klenteng di area ini, yaitu klenteng Kim Tek Ie  yang sudah dibangun pada tahun 1650-an. Tua banget ya? Klenteng ini masih terpelihara dengan sangat baik karena masih digunakan sebagai rumah ibadah bagi masyarakat setempat.

3.       Cina Benteng di Tangerang
Jika Pecinan umumnya identik dengan kawasan perdagangan yang ramai, kawasan Cina Benteng di Tangerang ini memiliki kondisi yang sebaliknya. Cina Benteng adalah sebutan yang diberikan kepada warga pemukim perkampungan yang berada di dekat pintu air Cisadane. Rumah-rumah yang ada di kawasan ini berukuran kecil dan menyebar secara acak. Penghuninya umumnya hidup sederhana, bahkan saat perayaan imlek datang. Penduduknya juga tidak lagi berambut panjang, justru rambut mereka pendek-pendek dan bersarung seperti orang Betawi. Mereka mengakui sebagai masyarakat Cina Peranakan (keturunan campuran Cina dengan Melayu). Meski begitu, masyarakat di Cina Benteng ini masih memegang tradisi.


Di bagian pintu masuk permukiman, terdapat gapura merah yang bertuliskan Perkumpulan Tjong Tek Bio. Kamu bisa menemukan tulisan-tulisan Cina di halaman rumah, lengkap dengan hionya. Meskipun tidak menwarkan destinasi wisata yang megah dan menarik, kampung cina ini menawarkan artefak sejarah untuk kamu yang tertarik dengan sejarah kota. Kamu bisa menemukan bentuk alkulturasi masyarakat Cina Totok (asli) dengan warga lokal, misal kembang goyang dan lontong Cap Go Meh, yang tentu punya nilai tersendiri. Kamu juga bisa mendengar banyak cerita dari para tetua kampung tentnag sejarah etnis Tionghoa, bagaimana mereka bisa eksis dari jaman ke jaman, dari era kolonial hingga masa sekarang.

Selain berkunjung ke kampung, kamu juga bisa mampir ke Museum Benteng Heritage, yang menampilkan pernik serta berbagai artefak sejarah kehidupan komunitas Cina Benteng. Museum ini buka dari jam satu siang hingga 6 sore waktu setempat.

4.       Little Chinatown di Parakan, Jawa Tengah
Parakan dulunya adalah pusat administrasi Kota Manoreh pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Parak atau Perek artinya kyiai, di mana di kampung ini dulu banyak terdapat Kyai. Lokasi pecinan yang lazim dijumpai pada pusat-pusat kegiatan kota kolonial di Parakan ini ada di sekitar jl. Bambu Runcing. Karena merupakan kota kecil, pecinan yang ada di sini tidak besar juga. Namun kamu bisa menjumpai klenteng tertua yakni Klenteng Hok Teng Tong yang diperkirakan dibangun pada masa 1800 an. Permukiman Cina di Parakan banyak dipelajari oleh ahli arsitektur maupun tata kota karena adanya percampuran antara arsitektur Jawa Tengah dengan Cina.

5.       Permukiman Cina Unik di Lasem
Lasem terkenal dengan batik, industri garam, ikan asin dan terasi. Sejak awalnya, Lasem sudah ramai oleh perdagangan, dan rombongan Laksamana Cheng Hoo sempat singgah di kota ini. Bahkan menurut sejarah, Lasem diyakini sebagai kota yang pertama kali disinggahi oleh pedagang Cina. Dilalui oleh Jalan Raya Pos (Groote Postweg), membuat perdagangan di Lasem semakin ramai. Bentuk rumah-rumah komunitas Cina di Lasem berbeda dengan rumah pecinan lainnya yang umumnya berupa rumah toko tradisional yang mengadopsi gaya Cina Selatan. Di Lasem, rumah-rumah pecinan umumnya memiliki halaman luas, berukuran besar dan tinggi. Lingkungannya pun berkelok-kelok, sehingga jika berkeliling dengan berjalan kaki, terasa sangat asyik dengan pemandangan rumah tradisional pecinan di sekitar. Konon, bentuk rumah ini adalah antisipasi terhadap politik Belanda pada jaman dahulu yang sewaktu-waktu bisa menyerang penduduk di konsentrasi permukimannya.

Lasem disebut sebagai kota santri, namun jumlah klenteng dan vihara juga tersebar cukup banyak di permukiman penduduk. Bukti bahwa pemeluk Islam dan Budha bisa hidup berdampingan dengan rukun.

Di Lasem ini kamu bisa berkunjung ke klenteng tertua di Jawa, yakni Klenteng Cu An Kiong yang dibangun pada abad ke 15. Kamu juga bisa menonton perempuan-perempuan membatik dengan teknik tradisional. Batik Lasem punya corak yang lebih variatif daripada batik pekalongan, yaitu dengan motif kupu-kupu, burung dan naga.


Di Indonesia sebenarnya banyak sekali terdapat pecinan. Jika kamu mengetahui atau dikotamu terdapat pecinan yang juga menarik untuk dikunjungi, bagikan di kolom komentar!



Comments

Popular posts from this blog

Road to Pregnancy: Program Inseminasi Buatan

Sebelumnya saya sudah menulis pengalaman program hamil ke dokter kandungan (dr. Rudi Harsono, SPOG), dan belum berhasil. Setelah mencari informasi lebih dalam, akhirnya saya dan suami memutuskan pergi ke Dr. Hendy Hendarto, SPOG, (K) Fer. Beliau adalah salah satu dokter kandungan ahli fertilitas yang juga praktik di Klinik Fertilitas Graha Amerta Surabaya. Ketika kami konsultasi, kami menceritakan semua riwayat pemeriksaan yang telah kami lakukan, termasuk riwayat masalah infeksi di dekat mulut rahim yang terjadi pada saya dan terapi obat yang dilakukan dokter kandungan sebelumnya.

10 Hal Serunya Jadi Cewek Tomboy

Hai readers, tahukah kamu kalau nggak semua cewek itu sama? Yup, cewek selalu identik dengan dandanan yang feminim, unyu dan imut, sikap yang malu-malu, kemayu, centil dan sebagainya. Apalagi trend girlband lagi nge-hits banget sekarang ini dengan gaya cewek-ceweknya yang unyu dan manis, sudah pasti orang-orang, terutama kaum cowok, akan menilai cewek dengan standar tersebut. Tetapi buat kamu cewek-cewek yang nggak punya style unyu dan manis a la cewek-cewek girlband, nggak usah keburu sedih dulu girls. Jadi cewek tomboy juga nggak ada ruginya kok, malah banyak keuntungannya. Coba deh simak tulisan di bawah ini.
1.Lebih bebas Banyak cowok bilang, cewek itu ribet banget. Butuh banyak waktu buat dandan, matching in warna baju dengan make-up, mesti jaga penampilan dan kebersihan, dan sebagainya. Hal-hal kecil yang nggak jadi soal buat cowok merupakan persoalan besar buat cewek. Tapi itu nggak jadi masalah buat cewek tomboy, karena umumnya cewek tomboy nggak terlalu peduli bahkan cuek abi…