Skip to main content

10 Kesalahan Ini Mungkin Kamu Lakukan Saat Menulis CV


Kamu sedang mencari pekerjaan dan saat ini sudah mengirimkan puluhan CV (curriculum vitae) ke berbagai perusahaan yang menarik hatimu? Kamu udah menunggu berminggu-minggu, namun belum satupun perusahaan tadi yang menghubungimu untuk wawancara kerja? Jangan keburu bete dulu, siapa tahu kamu perlu intropeksi diri. Barangkali kamu keliru dalam berstrategi menulis CV?
Coba simak artikel ini untuk mengetahui kalau saja kesalahan berikut kamu lakukan saat mengirim CV ke suatu perusahaan.

1.       Kesalahan tata bahasa dan ejaan biar sedikit akan nggak nyaman jika terbaca oleh perusahaan yang kamu lamar tadi.
Selalu cek apa yang sudah kamu tulis di dalam CV, apakah sudah benar dari segi ejaan dan tata bahasa? Terlebih lagi jika kamu menulis CV dalam bahasa Inggris, selalu cek grammar dan struktur kalimat. Kan nggak lucu kalau kamu salah menulis kata di depan kaum profesional yang hendak merekrutmu.

2.       Kamu nggak menyebutkan kata kunci spesifik pada pekerjaan yang kamu lamar.
Bisa jadi CV-mu ternyata terdiri atas beberapa halaman, dan jika kamu adalah satu pelamar di antara puluhan atau ratusan pemar, jelas pihak perekrut nggak akan mau repot membacai CV-mu hingga tuntas dari awal sampai selesai. Supaya kejadian ini nggak menghalangi perekrut untuk memperhatikan keberadaanmu, maka tuliskan kata kunci spesifik bahwa kamu cocok dengan pekerjaan yang kamu lamar. Sebutkan kata kunci ini pada awal CV, sebagai pembuka. Dari pembuka inilah kamu bisa merebut hati para perekrut duluan.

3.       CV-mu nggak kekinian
Perbaruilah CV setiap kamu berhasil masuk ke suatu perusahaan baru. Jangan mengirimkan CV yang kadaluarsa dan nggak pernah cek bertahun-tahun.

4.       Barangkali CV-mu terlalu banyak isinya?
CV yang detail memang bikin hati senang karena dari situ kamu bisa membuat daftar pencapaian apa saja yang sudah kamu raih selama bekerja. Namun CV yang kebanyakan isinya juga akan bikin perekrut malas baca. Ingat lagi ya, bahwa pelamar kerja nggak Cuma kamu aja, tetapi puluhan bahkan ratusan. Maka, tulislah pencapaian yang signifikan dengan pekerjaan yang di lamar, jangan semuanya. Dari situ, perekrut akan mengetahui dengan jelas spesifikasi apa yang kamu punya sehingga cocok dengan lowongan pekerjaan yang tersedia.

5.       Kamu menuliskan hal-hal yang nggak ada kaitannya dengan pekerjaan yang dilamar dalam surat lamaran maupun CV
Hal ini tentu nggak ada manfaatnya, dan bisa membuat perekrut sebel karena kamu seolah nggak paham pekerjaan yang akan kamu lamar dengan kualifikasi yang kamu punya. Tulislah sesuatu yang bertujuan, jangan asal saja ya.

6.       Kamu cuma menulis pekerjaan yang pernah kamu lakukan sebelumnya, tapi nggak menyebutkan pencapaian.
Perekrut juga mau tahu apakah kamu punya kualitas yang teruji selama pengalaman kerjamu. Jika kamu hanya menulis deskripsi pengalaman kerja selama ini, gambaran kualitas itu nggak akan mereka dapatkan. Tulislah pencapaianmu di tempat kerja lama, misalnya beberapa proyek yang pernah kamu menangkan atau selesaikan, kompetisi tingkat nasional di mana kamu jadi juara pertamanya, dan sebagainya.

7.       Surat lamaran kerja kamu membosankan
Surat lamaran kerja yang kamu buat melalui template umum bisa jadi nggak menarik bagi perekrut karena sudah nampak biasa, bahkan membosankan. Kenapa nggak coba menuliskan sesuatu yang berbeda di surat lamaran kerja kamu agar para perekrut berkata “wow, ini yang gue cari!”

8.       Barangkali CV-mu nggak menunjukkan adanya peningkatan signifikan alias menunjukkan bahwa kamu biasa-biasa aja.
Jika kamu sudah bekerja selama paling tidak 5 tahun, pasti kamu sudah memiliki pencapaian. Susunlah daftar pencapaianmu dalam urutan yang menunjukkan bahwa dari pencapaian itu kamu mengalami peningkatan. Itu adalah bukti bahwa kamu sudah berkembang selama 5 tahun berkarir dan siap menempuh karir baru yang tantangan dan ruangnya lebih besar daripada karir yang sebelumnya.

9.       Kamu nggak pede-an, atau terlalu “rendah hati”
Menulis CV adalah tentang menjual dirimu kepada perekrut, then sell yourself well! Jangan ragu menunjukkan pencapaian, jangan malu-malu menunjukkan prestasi yang kamu punya. Kamu layak berbangga kok jika kamu punya suatu prestasi selama berkarir. Toh pada waktu itu kamu juga bekerja sangat keras untuk meraihnya bukan?

10.   Enak dilihat, enak dibaca
What looks good, is good.
Buatlah surat lamaran, summary, atau CV-mu dalam bentuk yang rapi dan enak dibaca. Triknya, buatlah font yang mudah terbaca, tidak terlalu kecil atau besar. Buatlah jarak spasi yang renggang, dan jangan terlalu rapat. Jangan pula memasukkan banyak konten ke dalam satu halaman. Sisakan ruang lowong cukup agar mata perekrut merasa nyaman saat membaca CV-mu.

Nah, trik-trik ini nggak susah untuk kamu terapkan bukan? Selamat mencoba dan rebutlah hati perekrut dengan CV yang cakep dan bener-bener merepresentasikan kualitas dirimu yang oke. Tunjukkan bahwa kamu layak untuk bergabung dengan perusahaan impian kamu. Selamat mencoba, dan selamat berjuang ya!

Comments

Popular posts from this blog

10 Hal Serunya Jadi Cewek Tomboy

Hai readers, tahukah kamu kalau nggak semua cewek itu sama? Yup, cewek selalu identik dengan dandanan yang feminim, unyu dan imut, sikap yang malu-malu, kemayu, centil dan sebagainya. Apalagi trend girlband lagi nge-hits banget sekarang ini dengan gaya cewek-ceweknya yang unyu dan manis, sudah pasti orang-orang, terutama kaum cowok, akan menilai cewek dengan standar tersebut. Tetapi buat kamu cewek-cewek yang nggak punya style unyu dan manis a la cewek-cewek girlband, nggak usah keburu sedih dulu girls. Jadi cewek tomboy juga nggak ada ruginya kok, malah banyak keuntungannya. Coba deh simak tulisan di bawah ini.
1.Lebih bebas Banyak cowok bilang, cewek itu ribet banget. Butuh banyak waktu buat dandan, matching in warna baju dengan make-up, mesti jaga penampilan dan kebersihan, dan sebagainya. Hal-hal kecil yang nggak jadi soal buat cowok merupakan persoalan besar buat cewek. Tapi itu nggak jadi masalah buat cewek tomboy, karena umumnya cewek tomboy nggak terlalu peduli bahkan cuek abi…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…