Skip to main content

6 Langkah Supaya Kamu Bisa Menjadi Pemimpin yang Baik



Pemimpin itu nggak hanya soal bakat, tetapi juga soal upaya. Memang sih ada orang-orang yang nampaknya terlahir menjadi pemimpin sejati, di mana dia dengan mudah menjalin kepercayaan dan membuat orang lain mengikutinya. Namun nggak sedikit pula yang berhasil menjadi pemimpin berkelas dengan menempa diri mereka sebaik-baiknya. Jadi kesimpulannya, ini adalah soal kemauan.
Sebelumnya saya udah pernah menerbitkan artikel tentang sifat yang dimiliki oleh pemimpin berkelas. Nah, artikel  kali ini akan membahas tentang cara-cara supaya kamu menjadi pemimpin yang baik. Coba kamu simak artikel ini.

1.       Berani berbicara dan percaya diri dalam mengungkapkan pendapat
Jadi pemimpin itu harus pede, karena bawahan bergantung pada keputusan yang ia buat dan ke mana ia akan mengarahkan. Karena itu, mulai sekarang cobalah untuk lebih aktif dalam berpendapat atau menyampaikan gagasan. Kesalahan itu nggak dosa, dan kalau pendapatmu ternyata nggak menuai kesepakatan umum ya nggak masalah kan? Yang penting kamu sudah berani mengemukakan gagasan beserta alasan yang mendasarinya. Awalnya mungkin kamu akan malu atau rikuh, namun lama-lama akan terbiasa juga kok.

2.       Pantang anti-sosial
Nggak semua orang nyaman berinteraksi dengan banyak orang. Ada saja orang-orang yang nggak nyaman ketika harus bergaul dengan orang banyak, terutama yang nggak dikenal. Jika kamu adalah tiper pribadi introvert, mungkin kamu sering menemui kendala ini. Nggak bisa disalahin juga sih, karena hal-hal semacam ini nggak bisa dipaksakan. Namun jangan terlalu terbawa kenyamanan sendiri, sewaktu-waktu kamu mungkin akan dihadapkan tugas yang mengharuskan kamu bertemu banyak orang, atau mendadak dipercaya menjadi ketua tim. Baiknya mulailah berlatih untuk dapat bergaul dengan siapa saja. Ikutlah komunitas sesuai minat atau seringlah berkumpul bersama teman-temanmu. Dengan demikian kamu akan terbiasa dengan kehadiran orang banyak, berteman dan menjalin relasi dengan siapa saja.

3.       Belajarlah menjinakkan ego
Menjadi pemimpin bukan berarti bisa membuat semua orang patuh dan tunduk terhadap perintahmu. Jika kamu merasa bahwa kamu punya kecenderungan untuk menang sendiri, maka kamu perlu berupaya menjinakkan ego. Menjadi pemimpin juga harus banyak mendengar saran serta ide dari bawahan, karena merekalah tim kamu bisa berhasil mencapai tujuan bersama. Dengarkan orang lain bicara dan hargai apa yang mereka sampaikan.

4.       Kreatif itu wajib hukumnya
Bukan hanya rasional, tetapi kemampuan berinovasi pada setiap tantangan pekerjaan yang datang adalah mutlak keharusan. Terutama jika kamu bekerja pada lingkungan yang dinamis, cara-cara yang udah umum mungkin nggak bisa lagi digunakan. Makanya latihlah kreatifitasmu dengan berbagai macam cara. Misalnya kamu banyak membaca, membawa buku catatan ke mana-mana untuk mencatat ide-ide yang datang sewaktu-waktu, atau cara sederhana dengan mengambil referensi juga dapat kamu lakukan. Kreatifitas adalah soal mempraktekkan, bukan sekedar teori. Lakukan cara-cara yang berbeda setiap harinya agar kamu terlatih untuk terus berinovasi.

5.       Gesit dan taktis bisa kamu bangun melalui pengalaman lapangan
Pemimpin yang baik selalu taktis dalam mengambil keputusan, bahkan dalam situasi sulit sekalipun. Cara melatih kegesitanmu dalam menyelesaikan masalah adalah pendalaman terhadap situasi lapangan. Teori-teori saja nggak akan bisa membuatmu menjadi taktis. Tetapi jika kamu mengusai lapangan nyata, maka kamu akan lebih mudah memahami situasi yang sebenarnya dan cepat mengambil keputusan.

6.       Mawas dirilah dengan mengetahui apa-apa yang harus kamu kerjakan
Pemimpin yang nggak disiplin akan menghancurkan timnya. Jika kamu masih sering teledor, dan longgar dengan to-do-list mu, maka sudah saatnya kamu berbenah. Mulailah membuat daftar apa yang harus kamu kerjakan dan mengapa kamu harus melakukannya. Jangan menunda-nunda tugas atau komitmen yang sudah kamu buat. Meski hal kecil sekalipun akan baik hasilnya jika kamu disiplin dalam melaksanakannya.


Itulah 6 cara agar kamu bisa menjadi pemimpin yang baik di masa mendatang. Jika sewaktu-waktu kamu diberi kepercayaan, tentu kamu akan pede dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. Kamu punya cara yang lain? Bagikan di kolom komentar ya.

Comments

  1. Terima kasih tipsnya mbak, masih dalam tahap pembelajaran menjadi pemimpin yang baik ne, paling nggak untuk kawan-kawan komunitas.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Hal Serunya Jadi Cewek Tomboy

Hai readers, tahukah kamu kalau nggak semua cewek itu sama? Yup, cewek selalu identik dengan dandanan yang feminim, unyu dan imut, sikap yang malu-malu, kemayu, centil dan sebagainya. Apalagi trend girlband lagi nge-hits banget sekarang ini dengan gaya cewek-ceweknya yang unyu dan manis, sudah pasti orang-orang, terutama kaum cowok, akan menilai cewek dengan standar tersebut. Tetapi buat kamu cewek-cewek yang nggak punya style unyu dan manis a la cewek-cewek girlband, nggak usah keburu sedih dulu girls. Jadi cewek tomboy juga nggak ada ruginya kok, malah banyak keuntungannya. Coba deh simak tulisan di bawah ini.
1.Lebih bebas Banyak cowok bilang, cewek itu ribet banget. Butuh banyak waktu buat dandan, matching in warna baju dengan make-up, mesti jaga penampilan dan kebersihan, dan sebagainya. Hal-hal kecil yang nggak jadi soal buat cowok merupakan persoalan besar buat cewek. Tapi itu nggak jadi masalah buat cewek tomboy, karena umumnya cewek tomboy nggak terlalu peduli bahkan cuek abi…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…