Skip to main content

Berpolitik di Kantor? Sah-sah Aja Kok



Politik nggak selalu identik dengan sesuatu yang kotor. Justru manusia adalah makhluk politik, adalah sesuatu yang alamiah jika kita melakukannya di mana saja. Termasuk dalam dunia kerja, perusahaan yang hanya terdiri atas 3 orang saja pasti akan melakukan politik, baik ke luar perusahaan maupun sesama rekan kerja. Ini sebenernya hal yang wajar kok, karena politik dalam lingkungan kerja adalah suatu kompetensi dalam mengenali struktur organisasi dan bersikap tepat sesuai fungsi-fungsi yang ada dalam kompetensi tersebut. Efeknya adalah, kamu harus pandai menempatkan sikap agar nggak kena masalah gawat gara-gara nggak paham kedudukanmu dalam struktur organisasi perusahaan di tempat kamu bekerja.

Maka dari itu, berpolitik di kantor adalah hal yang wajar, kamu nggak perlu takut atau jijik. Malah kalau kamu pandai berpolitik di kantor, kamu akan dapat meningkatkan performance karirmu di perusahaan tersebut. Dan bukan nggak mungkin lho kamu sukses dalam membangun jejaring di dunia kerja. Tetapi kamu tetap harus berada di koridor yang tepat ya, jangan sampai karena terbawa ambisi politik kantor malah membuatmu dijauhi kolega dan lupa etika. Jadi, gimana sih cara-cara yang tepat berpolitik di kantor tanpa melupakan etika dan nggak menjual prinsip? Mari kita ulik di artikel  kali ini.

1.       Bangun etos kerja yang baik, nomor satukan pekerjaan
Sebelum bermain politik di lingkungan kerja, hal yang paling penting kamu lakukan adalah kerjakan segala tanggung jawabmu di kantor sebaik-baiknya. Berikan integritas dan jangan lakukan setengah-setengah atau sepenuh hati. Kamu ingin dinilai baik, maka tunjukkanlah kualitasmu yang baik. Quality talk itself. Kalau kualitas kerjamu oke, semua orang juga bakal ngeliat kok, dan dari sanalah citra positif tentang kamu akan terbentuk secara alami. Kamu bahkan nggak perlu berusaha menunjukkan lagi karena semua terjadi apa adanya.

2.       Keahlian dan performa bisa dibangun, namun sikap adalah segalanya.
Misalnya kamu adalah pegawai baru atau junior dalam perusahaan tersebut, maka wajar jika ada pekerjaan yang belum kamu kuasai betul metodenya. Kamu nggak perlu pesimis atau nggak pede karena toh lama-lama kamu akan belajar dan mahir dengan sendirinya. Tetapi sikap atau attitude yang oke adalah harga mati. Biar kerjaanmu bagus kalau sikapmu malas, asal-asalan dan nggak proaktif, rekan dan atasanmu juga bakalan sebel terhadapmu. Makanya, lebih baik jika dari awal kamu bersikap positif di lingkungan kerja. Budayakan kerja keras, mau membantu teman satu tim dalam menghadapi deadline, proaktif terhadap atasan dalam memberi masukan demi memenangkan suatu proyek, rajin mempelajari kasus dan mandiri dalam menguji cara-cara kerja yang menurutmu efektif. Kesemuanya adalah contoh attitude positif yang perlu kamu bangun.

3.       Bertemanlah dengan semua orang, dan kenalilah satu persatu karakter mereka
Jangan pilih-pilih dalam berteman di lingkungan kerja. Bahkan kamu boleh kok berteman dengan atasan, terutama jika dia adalah sosok yang demokratis. Namun jangan lupa untuk tetap menjaga etika ya, jangan sampai kebablasan.
Petakan jenis kawan-kawanmu di kantor. Kelompokkan siapa dari mereka yang mudah untuk kamu ajak berdialog dan kerjasama, siapa yang harus kamu hindari sebenarnya karena mungkin dia orang yang negatif. Waspadalah karena teman kantor berbeda dengan teman dalam pergaulan. Karena politik kantorlah, akan ada saja teman yang akan mencoba menjatuhkanmu atau menyerangmu saat kamu lengah. Bukannya menyarankan kamu berprasangka, tetapi nggak bisa dipungkiri bahwa di setiap tempat bakal ada tipe orang seperti ini lho. Jika kamu mendeteksi orang dengan karakter ini ada di sekitarmu, maka sebaiknya kamu hati-hati dan sebisa mungkin jangan membuat masalah dengannya. Tetapi tetaplah berteman dengannya, karena siapa tahu dia bisa berbalik mendukungmu.

4.       Jangan tergoda untuk larut dalam gosip, rumor atau apapun itu yang bisa menimbulkan hawa negatif di lingkungan kerja
Siapa sih yang nggak demen bergosip? Akui aja, kegiatan ini emang menyenangkan dilakukan pada saat senggang. Namun jika ini terjadi di lingkungan kerja, sebaiknya jangan terlalu larut di dalamnya. Boleh lah kamu sedikit mendengarkan apa yang teman-temanmu rumpikan mengenai orang-orang kantor, namun jangan terlalu percaya semuanya. Namanya juga rumor, bisa aja kan kalau berita itu sudah dibumbu-bumbui agar lebih sedap dibahas. Kalau udah begini, gosip yang beredar berpotensi menjadi fitnah. Wah, hati-hati ya, sebaiknya kamu memang nggak perlu ikutan karena bisa-bisa kamulah nanti yang dituduh mencemarkan nama buruk orang lain.

Dan kamu mesti perlu ingat bahwa, jika teman kerjamu bisa bergosip dengan entengnya mengenai seseorang, suatu saat dia juga bisa bergosip tentang kamu di belakang punggungmu.

5.       Kalau kamu yang jadi sasaran gosip....
Sebel sih, tapi mesti dihadapi. Kalau hanya gosip yang nggak penting sih, sebaiknya kamu cuek aja dan tetaplah fokus terhadap pekerjaanmu. Jangan membuang energi yang nggak perlu untuk menepis isu yang kurang penting ini. Namun jika gosip yang beredar sudah dalam taraf mencemarkan nama baik, menjatuhkan citra profesionalmu dan menjurus ke fitnah, maka sebaiknya kamu cepat-cepat meluruskan keadaan. Bicaralah kepada rekan satu tim dan atasan mengenai keadaan yang sebenarnya. Dalam keadaan ini, sekutu atau pihak yang simpatik terhadapmu sangatlah berarti keberadaannya. Makanya, buatlah kumpulan “sekutu” ini ya, dengan cara berbuat baik terhadap siapa saja di lingkungan kerja.

6.       Nggak ada orang yang suka cari musuh sih, tetapi gimana kalau sudah terlanjur ada?
Hadapi, dan jangan menyerah. Carilah tahu apa yang menjadi motif musuhmu dalam hal ini. Apakah sekedar karena persaingan, kecemburuan atau sudah menjadi dosa moralnya yang bersangkutan? Satu-satunya cara untuk menghadapi musuh di kantor dengan cantik adalah, membalasnya dengan kualitas. Lakukan pekerjaan dengan dukungan data yang lengkap sehingga kecil celah bagi dia untuk menyerangmu saat rapat atau presentasi. Awasi semua pekerjaanmu agar tidak mudah disabotase. Jika perilakunya sudah keterlaluan, maka bicaralah dengannya secara pribadi dan baik-baik. Tunjukkan padanya kamu nggak semudah itu dikalahkan, dan sampaikan padanya bahwa semua yang kamu lakukan adalah untuk kepentingan perusahaan, jadi buat apa dicederai? Toh kalian bekerja pada satu “kapal” yang sama, harusnya kan bekerja agar “kapal” ini bisa mencapai tujuan bersama yang diinginkan bukan?

7.       Komunikasi adalah jembatan yang sempurna
Mulai sekarang belajarlah menata cara berbicara di lingkungan kerja. Ketahui apa yang baik dan nggak bagus untuk diutarakan. Kenalilah pula model komunikasi yang diterima di kantormu. Nggak selalu berbicara terus terang itu baik. Ada beberapa orang yang butuh diajak berbicara dengan cara yang halus dan tersirat. Hal-hal kayak begini wajib kamu kuasai lho, agar nggak kejebak dalam situasi salah pengertian gara-gara cara komunikasi yang keliru.


Itulah tips untuk bemain politik secara cantik di lingkungan kerja. Emang nggak gampang sih, namun di sanalah nanti kamu akan menemukan seni menjalin relasi dan jejaring, demi mendongkrak karirmu sendiri. Yang penting, pede dan sabar aja ya. Punya pengalaman dan tips yang lain? Bagikan di kolom komentar!

Comments

Popular posts from this blog

10 Hal Serunya Jadi Cewek Tomboy

Hai readers, tahukah kamu kalau nggak semua cewek itu sama? Yup, cewek selalu identik dengan dandanan yang feminim, unyu dan imut, sikap yang malu-malu, kemayu, centil dan sebagainya. Apalagi trend girlband lagi nge-hits banget sekarang ini dengan gaya cewek-ceweknya yang unyu dan manis, sudah pasti orang-orang, terutama kaum cowok, akan menilai cewek dengan standar tersebut. Tetapi buat kamu cewek-cewek yang nggak punya style unyu dan manis a la cewek-cewek girlband, nggak usah keburu sedih dulu girls. Jadi cewek tomboy juga nggak ada ruginya kok, malah banyak keuntungannya. Coba deh simak tulisan di bawah ini.
1.Lebih bebas Banyak cowok bilang, cewek itu ribet banget. Butuh banyak waktu buat dandan, matching in warna baju dengan make-up, mesti jaga penampilan dan kebersihan, dan sebagainya. Hal-hal kecil yang nggak jadi soal buat cowok merupakan persoalan besar buat cewek. Tapi itu nggak jadi masalah buat cewek tomboy, karena umumnya cewek tomboy nggak terlalu peduli bahkan cuek abi…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…