Skip to main content

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara



Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?



Melalui ajang kompetisi, kamu bisa belajar banyak hal. Selain sebagai variasi tantangan dalam keseharianmu, kompetisi akan membuatmu berlatih bagaimana berstrategi, menggali gagasan dan berpikir out of the box. Dibikin have fun aja, kompetisi bisa menambah kegairahan baru dalam hidupmu, biar nggak asal mainstream. Eh, tapi kalau kamu sebenarnya pintar, berbakat dan penuh semangat, kamu punya kans untuk menang lho. Jadi kenapa enggak membuat target kemenangan? Artikel dari Jebret kali ini akan berbagi tentang tips serta trik untuk memenangkan ajang kompetisi yang kamu ikuti. Yuk simak.

1.       Kenali sejauh dan sebesar apa motivasimu
Motivasi adalah hal yang paling penting dan mendasar, karena motivasi inilah yang menjadi bahan bakarmu selama menjalani kompetisi ini. Kamu ikut ajang kompetisi atau sayembara kan nggak dibayar, malah kamu yang harus berupaya habis-habisan dari segi tenaga, waktu dan materi supaya bisa memenangkannya. Yakinkan dirimu apakah yang menjadi dasar keinginan dan motivasi mu. Catatlah dalam hati tentang hal ini serta ingatlah ketika kamu mulai bosan dalam menjalani kompetisi ini.

2.       Hadiahnya apa?
Ikut ajang kompetisi memang nggak sekedar karena ingin mendapat hadiahnya. Namun seberapa besar hadiah yang akan kamu terima jika memenangkan kompetisi nanti tentu akan mendorong semangatmu lebih besar lagi. Jumlah hadiah (jika berupa uang) biasanya ditentukan seberapa sulitnya tingkat kompetisi yang ada. Tanyalah kepada dirimu sendiri apakah kamu hanya puas dengan hadiah beberapa juta aja, ataukah kamu baru akan tergerak jika hadiahnya mencapai ratusan juta? Nggak masalah kok kalau ternyata kamu kurang berminat karena hadiahnya kecil. Jujur aja sama diri sendiri, nggak dosa.

3.       Apakah kompetisi atau sayembara ini sesuai dengan kamu?
Pastikan kompetisi atau sayembara yang hendak kamu ikuti benar-benar sesuai dengan bidang keahlian yang kamu punya. Jangan memaksakan diri mengikuti sayembara jika kamu nggak punya kapasitas yang dibutuhkan di dalamnya, meskipun kamu tergiur dengan hadiah yang ditawarkan. Misalnya, jangan mengikuti sayembara urban design jika kamu lebih banyak berkecimpung di bidang arsitektur. Sayembara yang diadakan menuntut kapasitas tertentu. Bolehlah jika kamu sekedar ingin mencoba atau memiliki pengalaman. Namun jika sayembara tersebut ternyata nggak cocok dengan kamu, maka sulit bagimu untuk berambisi memenangkannya.

4.       Bangun tim yang kuat
Kalau ajang kompetisi ini mengharuskan peserta adalah berupa tim, maka kumpulkanlah teman-temanmu yang memiliki minat sama. Kumpulkan orang-orang yang memiliki keahlian baik, kalau perlu super, supaya hasil karya kalian bener-bener keren. Misalnya carilah temanmu yang jago dalam 3D modelling, atau temanmu yang ahli dalam menggunakan software tertentu. Selain keahlian, pastikan bahwa mereka juga memiliki motivasi yang sama kuatnya denganmu untuk menang. Kamu nggak mau kan kalau di tengah jalan atau pas saat-saat genting ternyata temanmu mutung satu persatu. Dari sini kamu bisa belajar dalam membangun tim yang solid, kompak serta konsisten terhadap target pekerjaan. Bukan nggak mungkin ini menjadi momen penting bagimu dalam berkarir di masa mendatang.

5.       Gali gagasan sebanyak dan seliar mungkin
Think out of the box.
Tujuan dari diadakannya ajang kompetisi atau sayembara adalah untuk menggali ide dan gagasan dari masyarakat umum, seperti kamu ini, untuk bisa diterapkan lebih jauh lagi oleh pihak pemrakarsanya. Jadi jangan takut mengambil ide yang nggak lazim asal ide tersebut applicable atau buildable pada kehidupan nyata. Kenali syarat-syarat yang diajukan dalam TOR kompetisi dalam membuat karya sayembaramu. Ini akan menjadi ajang pelatihan terhadap kamu dan tim untuk bisa menghasilkan ide keren sekaligus realistis pada kehidupan nyata.

6.       Rumuskan visi atas gagasan kamu
Gagasan boleh liar dan macam-macam. Tetapi visi harus jelas. Keuatamaan karya yang layak menang adalah karya yang jelas apa tujuan dan bagaimana karya itu bisa diaplikasikan. Visi yang jelas menjadi penilaian utama para dewan juri lho. Karena itu, rumuskan bersama tim kamu visi apa yang ingin kalian capai melalui gagasan dan karya yang kalian buat ini.

7.       Atur jadwal
Diluar kegiatan kompetisi, barangkali kamu memiliki pekerjaan lain yang harus dilakukan, seperti misalnya kuliah atau pekerjaan kantor. Jangan sampai kamu mengorbankan pekerjaan utamamu demi mengikuti ajang kompetisi ini. Ingatlah bahwa pekerjaan atau kuliahmu menuntutmu untuk bertanggung jawab kepada pihak lain, sedangkan ajang kompetisi ini kamu hanya perlu bertanggung jawab dengan diri sendiri. Dengan adanya kesadaran ini, tentu kamu tahu prioritas mana yang harus diutamakan bukan? Aturlah jadwal sebaik-baiknya agar kedua hal tersebut tidak saling mengalahkan. Kalau ternyata kamu harus lembur berhari-hari untuk mengerjakan karya kompetisimu, ya ikhlaskan dan lakukan dengan hati gembira. Toh kamu mengikuti ajang kompetisi ini atas dasar keinginan pribadi kan?

8.       Selain karya, siapkan presentasi yang keren
Presentasi itu nomor satu! Karena dengan presentasilah kamu “menjual” karyamu ke hadapan dewan juri. Presentasi nggak hanya soal kamu berbicara menceritakan ide dan karyamu di depan dewan juri aja, tetapi juga dalam menyajikan ide-ide tersebut ke dalam bentuk paparan yang representatif. Medianya bisa apa saja, tergantung apa yang diminta panitia. Bisa berupa poster, panil, animasi, atau cukup slide power point saja. Apapun media yang diminta panitia, kerjakan presentasi dengan teknik tercanggih yang kamu bisa. Sajikan karya dalam struktur yang jelas dan mudah dimengerti. Jelaskan visi karya dan strategi dalam pengaplikasiannya sebagai inti utama dalam presentasimu. Gunakan trik-trik jitu dalam penyajian grafis, sehingga idemu bisa terlihat menarik dan dicerna dengan baik oleh dewan juri. What looks good is good. Jangan setengah-setengah, buatlah mereka mengatakan WOW, ketika melihat presentasi karyamu.

9.       Konsisten dan persisten
Sekali lagi ingat bahwa kamu ikutan ajang ini nggak dibayar, makanya konsistensi ini penting banget. Cuma konsistensi dan persistensi yang akan membuatmu bertahan dengan pekerjaan yang kamu lakukan. Bekerjalah setahap demi setahap dengan kesabaran. Minimal, jika kamu nggak lolos pada kemenangan, kamu masih bisa mendapat benefit dengan mengikuti ajang kompetisi ini kok. Jadi jangan menyerah dan berhenti di tengah jalan ya. Segala sesuatu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan berbuah manis. Percayalah.

Ikutan ajang kompetisi atau sayembara akan memberimu kenangan manis nggak terlupakan bersama kawan-kawanmu. Kelak, jika kalian udah menjalani kehidupan masing-masing, kalian akan selalu teringat saat-saat di mana kalian berjuang bersama memenangkan kompetisi yang kalian ikuti. Kesenangan dalam persahabatan di masa muda kan nggak harus berupa nongkrong-nongkrong lucu atau bepergian atau travelling ceria bersama. Keseruan masa muda bersama kawan-kawan dalam berjuang tentu lebih layak untuk dikenang. Nah, jadi, selamat mencoba dan selamat berjuang dalam ajang kompetisi ya. Semoga sukses.

Comments

  1. Ah makasih infonya qaqa. Jadi semangat nih kalau mau ikut kompetisi hehe

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoih, lumayan banget lho buat nambah pengalaman ;)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Hal Serunya Jadi Cewek Tomboy

Hai readers, tahukah kamu kalau nggak semua cewek itu sama? Yup, cewek selalu identik dengan dandanan yang feminim, unyu dan imut, sikap yang malu-malu, kemayu, centil dan sebagainya. Apalagi trend girlband lagi nge-hits banget sekarang ini dengan gaya cewek-ceweknya yang unyu dan manis, sudah pasti orang-orang, terutama kaum cowok, akan menilai cewek dengan standar tersebut. Tetapi buat kamu cewek-cewek yang nggak punya style unyu dan manis a la cewek-cewek girlband, nggak usah keburu sedih dulu girls. Jadi cewek tomboy juga nggak ada ruginya kok, malah banyak keuntungannya. Coba deh simak tulisan di bawah ini.
1.Lebih bebas Banyak cowok bilang, cewek itu ribet banget. Butuh banyak waktu buat dandan, matching in warna baju dengan make-up, mesti jaga penampilan dan kebersihan, dan sebagainya. Hal-hal kecil yang nggak jadi soal buat cowok merupakan persoalan besar buat cewek. Tapi itu nggak jadi masalah buat cewek tomboy, karena umumnya cewek tomboy nggak terlalu peduli bahkan cuek abi…

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…