Skip to main content

Kerja di rumah? Kenapa enggak?

Bikin sendiri home office idamanmu.

Kecanggihan teknologi di jaman sekarang ini membuat kemudahan dalam bekerja dan berkarir semakin nyata. Jarak dan waktu bukan halangan lagi dalam produktifitas, pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Nah buat kita-kita yang nggak mendambakan corporate career alias kerja di perusahaan, bekerja lepas di rumah bisa jadi pilihan yang baik. Kelebihan dari menjadi pekerja lepas adalah, kita bisa lebih mandiri dan bebas menentukan pekerjaan yang ingin kita handle. Tapi buat kita-kita yang mendambakan kebebasan bekerja di rumah, jangan lupakan sisi kekurangannya ya. Kalau kita bekerja di rumah, otomatis kita nggak bisa mengejar jabatan dan lingkaran pertemanan jadi lebih terbatas. Ya jelas, ini karena kita nggak setiap hari ketemu banyak orang.

Namun jangan khawatir ya kawan-kawan, beberapa kekurangan tadi bisa kita atasi dengan trik-trik ini:


1. Nggak bisa mengejar jabatan bukan berarti kita nggak bisa bertumbuh
Yup, kita masih bisa mengembangkan diri dan menumbuhkan karir kita lebih luas lagi kok. Meskipun nggak ada embel-embel seperti manajer atau direktur, tetapi kita bisa langsung meloncat menjadi bussiness owner. Lebih keren kan. Awalnya sih pekerja lepas. Tetapi kalau orderan atau job semakin banyak, nggak mungkin kan kita handle sendirian. Kita pasti butuh tim untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut. Sedikit-sedikit kita bisa membangun tim, dari yang kecil, atau yang bersifat jejaring. Kalau kamu sudah punya rekanan atau mitra tetap, nggak mustahil mereka akan menjadi tim tetap kita dan berkembang jadi institusi kecil di mana kita bisa membagi peran manajerial, jadi nggak cuma tim untuk mengerjakan proyek aja.

2. Nggak ada sistem yang melindungi dan mendidik kita
Yup! Bekerja secara mandiri memang menuntut kita untuk mandiri dalam segala hal. Termasuk dalam pengembangan diri. Jadi bukan berarti kalau bekerja di rumah lantas kita jadi males-malesan dan nggak punya target dalam karir. Justru kalau kita bekerja mandiri kita harus pandai memanajemen diri kita, sejauh apa capaian yang ingin kita raih dalam kurun waktu bulanan, tahunan, lima tahunan dan sebagainya.

Kita bisa cari training online, ada yang gratis maupun yang berbayar

Selain itu, kita harus rajin-rajin belajar dan melatih diri kita sendiri. Kita bisa mencari informasi di internet atau media sosial tentang training-training yang bisa kita ikuti dan bermanfaat untuk menunjang karir kita. Tapi memang biasanya training atau seminar ini lumayan menuntut kocek kantong kita juga. Tapi jangan khawatir ya, meski kita lagi on budget alias ngirit karena penghasilan nggak pasti, kita bisa mencari training yang gratis yang ditawarkan oleh penyelenggara. Contohnya pelatihan oleh Google yang beberapa waktu lalu saya ikuti. Google sedang mengembangkan komunitas pengusaha terutama pengusaha perempuan. Mengenai jadwalnya bisa kamu cek di web Gapura Digital. Pelatihan Google ini gratis lho, dan cocok banget untuk pemula. Dari sana kamu juga bisa menambah jejaring pertemananmu sesama pengusaha dan pekerja lepas. Nah, selalu ada jalan untuk memintarkan diri kita kan

3. Pendapatan nggak stabil
Nah, kalau yang ini, memang kita harus pandai-pandai mengatur keuangan. Kalau penghasilan nggak tetap, ya jangan boros dan jangan mudah tergoda untuk belanja belanji. Belanja hore-hore sih boleh-boleh aja ya, tapi tiap pencairan aja. Dan jangan lupa bikin perencanaan keuangan kamu tiap bulan. Buat rencana anggaran untuk belanja bulanan, harian, cicilan, bayar tagihan listrik, air dan telepon. Sisihkan juga untuk tabungan, investasi dan sedekah. Tiga hal ini penting banget ya untuk investasi dunia dan akhirat. Oh iya, jangan lupa sisihkan jua untuk biaya sosial seperti anggaran pernikahan teman, saudara, atau membelikan oleh-oleh buat orang tua atau keponakan. Biaya sosial juga penting untuk modal sosial kamu lho, terutama jika ada keluarga dekat yang sedang butuh pertolongan kita.

4. Kudet alias kurang apdet
Nggak jamannya lagi nih terkungkung hanya karena faktor tempat dan lokasi. Sekarang jamannya digital, informasi bisa didapat dengan mudah dan cepat. Manfaatkan media sosial dan platform chat untuk membina hubungan kita dengan tiap lingkaran pertemanan kita. Kamu juga bisa manfaatin platform seperti Line, Skype dan Google untuk berkomunikasi dengan tim maupun gank kamu.

5. Nggak ada batasan jam kerja, bisa overtime atau malah menunda-nunda
Memang hanya orang-orang yang memiliki otonomi diri yang kuat yang bisa bertahan dengan cara kerja seperti ini. Kita harus disiplin dan patuh pada jadwal yang kita buat sendiri. Buat target harian atas proyek yang lagi dikerjakan supaya kita nggak perlu bekerja overtime mendekati deadline. Ya memang sih, sering kita harus mengirbankan waktu istirahat dan bekerja lebih dari 8 jam sehari. Namun semua itu bisa diatur kalau kita bisa disiplin gimana caranya supaya bisa bekerja dalam waktu 8 jam nett saja. Jadi time management itu mutlak ya sifatnya.

6. Bosaaaaannn
Ini memang tantangan bagi pekerja lepas. Gimana enggak, rumah adalah core aktifitas kita. Tidur, bangun, makan, bersantai sampai aktifitas bekerja semua kita lakukan di rumah. Kadang-kadang memang kita keluar rumah sih, untuk ketemu dengan rekanan atau klien, tetapi setelah itu ya balik lagi ke rumah. Nah, kalau kejenuhan udah melanda, yang ada kita malah sumpek kalau memaksa diri untuk tinggal di rumah. Pemecahannya kita bisa memilih tempat lain untuk bekerja. Kita bisa mencoba cafe-cafe yang nyaman untuk bekerja sambil ngemil atau ngopi, bisa pergi ke taman, perpustakaan publik, atau kita bisa pergi ke co-working space yang dikelola oleh pemerintah kota dan bisa kamu akses secara gratis. Contohnya di Surabaya, pemerintah kota punya tempat dimana freelancer, start-up, dan mahasiswa bisa mengakses untuk bekerja secara cuma-cuma alias nggak dipungut biaya. Tempat ini kelebihannya adalah punya vibe yang enak banget, internet super kenceng dan AC yang adem nyes. Ayo, kamu yang di surabaya harus coba yak.

Enak nih. Gratis dan adem.


7. Diremehkan atau dikira pengangguran
Kalau yang ini sih nggak perlu dicemasin. Karena biasanya orang-orang yang seperti ini umumnya orang-orang jaman old alias generasi lama yang mindsetnya berkarir itu ya kerja kantoran. Padahal sekarang ini, generasi Z udah bisa cari duit sendiri hanya dengan memanfaatkan platform media sosial seperti Facebook, Instagram dan Youtube secara mudah. Jadi biarin aja deh orang-orang jaman old ini ngomentarin kita yang kayak pengangguran karena tiap hari ada di rumah. Padahal, meski cuma pakai babydoll, daster, atau kaos oblong, pendapatan kita bisa lebih gede dari pekerja kantoran. Asal siap kerja keras ya.

Nah kalau udah gini, siap tempur kan meski hanya kerja di rumah. Enaknya lagi, kerja di rumah itu nggak perlu khawatir kena macet atau rush hour. Kita bisa hemat waktu, uang dan bahan bakar karena nggak perlu jauh-jauh ke kantor. Bayangin aja kalau pekerja kantoran harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan diri berangkat kerja, plus bersih-bersih, nyiapin sarapan buat keluarga, dan sejumlah kerempongan lainnya sebelum berangkat kerja, ditambah resiko macet diperjalanan, kita pekerja rumahan bisa memanfaatkan waktu itu untuk olahraga pagi atau minum smoothies sebelum memulai pekerjaan. Enak banget kan....

Comments

Popular posts from this blog

Road to Pregnancy: Program Inseminasi Buatan

Sebelumnya saya sudah menulis pengalaman program hamil ke dokter kandungan (dr. Rudi Harsono, SPOG), dan belum berhasil. Setelah mencari informasi lebih dalam, akhirnya saya dan suami memutuskan pergi ke Dr. Hendy Hendarto, SPOG, (K) Fer. Beliau adalah salah satu dokter kandungan ahli fertilitas yang juga praktik di Klinik Fertilitas Graha Amerta Surabaya. Ketika kami konsultasi, kami menceritakan semua riwayat pemeriksaan yang telah kami lakukan, termasuk riwayat masalah infeksi di dekat mulut rahim yang terjadi pada saya dan terapi obat yang dilakukan dokter kandungan sebelumnya.

10 Hal Serunya Jadi Cewek Tomboy

Hai readers, tahukah kamu kalau nggak semua cewek itu sama? Yup, cewek selalu identik dengan dandanan yang feminim, unyu dan imut, sikap yang malu-malu, kemayu, centil dan sebagainya. Apalagi trend girlband lagi nge-hits banget sekarang ini dengan gaya cewek-ceweknya yang unyu dan manis, sudah pasti orang-orang, terutama kaum cowok, akan menilai cewek dengan standar tersebut. Tetapi buat kamu cewek-cewek yang nggak punya style unyu dan manis a la cewek-cewek girlband, nggak usah keburu sedih dulu girls. Jadi cewek tomboy juga nggak ada ruginya kok, malah banyak keuntungannya. Coba deh simak tulisan di bawah ini.
1.Lebih bebas Banyak cowok bilang, cewek itu ribet banget. Butuh banyak waktu buat dandan, matching in warna baju dengan make-up, mesti jaga penampilan dan kebersihan, dan sebagainya. Hal-hal kecil yang nggak jadi soal buat cowok merupakan persoalan besar buat cewek. Tapi itu nggak jadi masalah buat cewek tomboy, karena umumnya cewek tomboy nggak terlalu peduli bahkan cuek abi…

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…