Skip to main content

Road to Pregnancy

Jadi ceritanya sudah dua tahun menikah, tetapi belum juga diamanahi momongan. Di Indonesia, memiliki anak adalah salah satu visi utama pernikahan dan berkeluarga. Meskipun kepadatan penduduk, terutama di kota, udah melebihi kapasitas daya tampungnya, tetapi itu nggak bikin keinginan setiap pasangan suami-istri surut dalam memiliki anak. Karena memiliki anak berarti melanjutkan generasi keluarga, kita memiliki keturunan, ada yang melanjutkan dan meneruskan tradisi yang sudah ada. Ada pula yang beranggapan memiliki anak berarti memperkuat dan memperbanyak bekal menuju surga. Ada yang mendoakan kita, ada ladang amal pula di sana. Dan banyak lagi motivasi untuk memiliki anak.

Anyway, dua tahun yang lalu saat baru saja menikah, saya dan suami berdiskusi mengenai rencana memiliki momongan ini. Suami sih pinginya cepet punya momongan. Selain karena suka anak kecil, pertimbangan dia adalah usia. Kami menikah di umur awal 30-an, yang artinya, saya-lah yang seharusnya mempercepat program anak karena perempuan nggak bisa sepanjang waktu mengandung dan melahirkan. makin meningkat usia, makin besar resiko untuk hamil dan melahirkan. Tetapi saya sendiri masih ragu akan memiliki anak. Entahlah, mungkin secara psikologis ada semacam beban tersendiri. Ada banyak kegelisahan sendiri mengenai ini. Sejak kecil, saya selalu berpikir, memiliki anak tidak selalu merupakan hal yang membahagiakan. Memiliki anak bisa jadi ujian. bukankah Allah tidak hanya menguji manusia dengan kesedihan dan kesulitan tetapi juga dengan kesenangan dan kebahagiaan?


Namun, bukan berarti saya enggak kepingin menimang buah hati. Hanya saja, level keinginannya nggak sampai yang kepikiran sampai stres berat. Maunya yang santai-santai saja, enggak mau stress apalagi iri sama temen-temen yang udah bolak-balik hamil dan melahirkan. Sekalian, maunya sambil berdamai dengan hati. Menyiapkan diri, supaya nanti nggak overthinking pas udah beneran hamil.

Akhirnya setelah usia setahun pernikahan, suami udah nggak sabar lagi. Dia mengajak saya konsultasi ke dokter kandungan. Waktu itu bingung, mau ke dokter mana baiknya. Ada teman yang memberi informasi

Comments

Popular posts from this blog

Yuk Pakai Batik Rame-rame. Ini Nih Alasannya!

Batik memang busana istimewa bagi orang Indonesia. Barangkali nggak teramat istimewa buat kamu karena sudah terbiasa, apalagi batik sekarang udah menjadi dresscode tersendiri baik di tempat kerja, pesta, bahkan acara kasual sekalipun. Tapi kalau kamu memakai busana batik di luar negeri, wow! Sensasinya terasa beda. Selain punya corak khas lokal yang unik, batik juga menjadi identitas bagimu sebagai orang Indonesia di dunia luar sana. Soalnya emang nggak ada yang nyamain sih. Berapa koleksi yang kamu miliki di lemari bajumu? Sepotong atau dua potong? Wah, kalau cuma segitu aja, kamu harus menambah koleksi baju batikmu nih. Soalnya banyak alasan kenapa kamu harus bangga dan demen mengenakan batik di manapun. Ini dia ulasan singkatnya.
1.Batik udah menjangkau semua kalangan masyarakat dan bukan lagi sebagai produk yang eksklusif. Dulu, pemakai kain batik benar-benar kalangan terbatas aja. Yoi, itu adalah ketika batik masih diproduksi secara tradisional, alias masih menggunakan canting. M…

Walau Bukan Tempat Wisata Sungguhan, 5 Pecinan Ini Layak Kamu Kunjungi

Pecinan, atau chinatown, adalah permukiman yang dihuni oleh etnis Tionghoa, di manapun mereka berada. Menurut sejarah, masyarakat Tionghoa adalah komunitas diaspora yang luar biasa. Mengapa begitu? Karena mereka berani meninggalkan tanah kelahiran di dataran Tiongkok demi menemukan hidup baru ke seluruh penjuru dunia dengan jalan berdagang. Makanya jangan heran, sebab kamu bakal menemukan pecinan di kota-kota, baik Indonesia maupun di negara lainnya, bahkan Eropa hingga Amerika. Ada sesuatu yang khas yang bisa kamu dapati jika kamu berkunjung ke Pecinan, yakni arsitektur dan suasana kehidupannya yang unik. Di Indonesia ada banyak pecinan. Nah, pecinan mana saja yang layak kamu kunjungi? Simak artikel berikut ini.
1.Pecinan Semarang Di pecinan Semarang ini, kamu bisa menemukan 11 klenteng, di antaranya Klenteng Sam Poo Kong yang terkenal itu. Sam Poo Kong sudah datang ke pesisir Semarang pada abad ke 15 dan kemudian mendirikan klenteng sebagai pusat kosmos perkampungan yang terbentuk k…

Buat Kamu yang Gemar Berlomba, Tips Memenangkan Kompetisi atau Sayembara

Hidup jangan habis hanya untuk dipakai kerja, belajar, main, bergaul dan sebagainya yang udah kelewat biasa-biasa aja. Sesekali menguji kemampuan diri melalui ajang kompetisi atau sayembara nggak ada salahnya kan. Ada banyak ajang kompetisi yang dibuat untuk berbagai bidang. Sebutlah film, karya tulis, desain produk, arsitektur, penataan kota, musik, dan macam-macam lagi yang bisa kamu ikuti sesuai bidang dan keahlian yang kamu miliki. Selain menambah pengalaman, ajang kompetisi juga bisa menambah portofolio karyamu lho. Apalagi kalau kamu berhasil memenangkannya, selain dapat hadiah, prestasi ini akan menjadi momen berharga dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak bangga kalau jadi juara kompetisi tingkat nasional, atau bahkan, tingkat internasional?